Total Tayangan Halaman
Rabu, 30 Desember 2020
Bye 2020 welcome 2021
Minggu, 20 Desember 2020
Memories on 2020
20 Desember 2020
di penghujung tahun ini aku kembali merangkai cerita - cerita yang terjadi ditahun ini. ini adalah tahun yang cukup sulit. banyak fenomena yang terjadi diluar perkiraan dan pemikiran. tahun ini mengingatkanku tentang mimpi - mimpi yang seharusnya aku usahakan untuk ku gapai. mungkin bukan hanya mimpi tapi tentang tujuan hidupku. tentang pekerjaan, keluarga, dan hal - hal yang tak begitu kupikirkan. kini semua itu menjadi rencanaku ditahun depan. tepatnya ditahun 2021.
banyak yang kulewatkan ditahun ini. aku yang sudah semakin dewasa dan seharusnya menata hidup dan membuat banyak rencana. mungkin ini cukup terlambat, tapi mungkin keterlambatan ini terdapat alasan mengapa ini semua terjadi. tapi ini lah proses. tidak ada kata terlambat selama kita ingin melakukan perubahan. this is not about other people, but this is about you. inilah yang disebut proses. proses tentang diri kita yang sebelumnya dan diri kita yang sekarang. ini bukan cepat atau lambat, tapi ini tentang keseriusan dan penghargaan diri. menerima dan memaafkan diri, mengubah mindset yang selama ini salah dan serius tentang yang ingin dicapai dan diperjuangkan. I know this is not easy, but don't forget its about process. biarkan semua hasilnya Allah yang menentukan, tanggung jawabmu hanya lah berupaya dan berdoa. kegagalan dan keberhasilan adalah pandangan manusia, the most important is what will you do for your future and don't compare your life with others. hidupmu adalah tentang dirimu. dan kamu bertanggung jawab tentang hidup yang kamu jalani. sekali lagi aku katakan, ini bukanlah hal yang mudah, tapi ini adalah proses yang harus dijalani.
tentang rasa, rasa untuk mencintai rasa - rasanya seperti tidak begitu candu. semenjak menjauh darinya. tidak ada rasa ingin mengenal dan menaruh hati lagi. hati ini masih tertambat padanya. rasa ini disebabkan karena kekewaan yang begitu mendalam kepada seseorang yang sangat dicintai. aku sangat mencintainya, tapi aku juga sangat membencinya. bagaimana bisa aku membenci orang yang sangat kucintai. itulah kekecewaan, kesedihan, kemarahan dan cinta yang bercampur aduk. ini bukan hanya tentang kekecewaanku padanya tapi juga tentang kekecewaan pada diriku sendiri. mengapa aku bisa begitu bodoh dan lemah. karena cinta ini, membuat sebagian hidupku cukup berubah.
aku tak tau apa kata yang tepat saat ini. bukan kehilangan arah, bukan kehilangan semangat, hanya tanpanya aku merasa hari - hari yang kujalani tak berwarna. mungkin aku bisa mencari teman baru, namun aku sudah kehilangan rasa untuk mengenal orang baru lagi. disisi lain aku telah kehilangannya, tapi disisi lain, aku belum ingin mengenal orang baru, namun aku butuh orang lain untuk membuat hidupku lebih hidup. sampai saat ini masih berupaya untuk melupakannya. mungkin lebih tepatnya bukan untuk melupakannya tapi membuatku untuk tidak mencari tau lagi tentangnya. masih beberapa malam ini, ia hadir dipikiranku. dan setiap memikirkannya, hanyalah kesedihan yang kudapatkan.
what will happen next year? I dont know. aku ingin segala mimpi dapat terjadi ditahun 2021. 2021 lebih baik dibanding tahun 2020.
Sabtu, 05 Desember 2020
Yang tulus yang disakiti
Sabtu pukul 20.19
Alhamdulillah, malam ini Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat mama yang paling baik, cantik dan sabar. hal yang paling ku ingat minggu - minggu ini adalah saat mama menyusulku di motor hanya untuk mengantarkanku sambel. mama paling tau bahwa aku sangat suka makanan pedas, karenanya dengan terburu - buru ia menyusulku. mampu kah aku menjadi seorang ibu sepertinya? yang penuh kelembutan dan kesabaran. aku yang sebagai anak yang sering merasa lebih pintar, tidak perhatian dan kadang pemarah ini, merasa sangat berdosa, ketika mengingat semua hal - hal yang kulakukan padanya. Motivasi hidupku salah satunya adalah membahagiakannya. aku tidak ingin melihatnya sedih atau pusing dengan keadaanku. aku tau begitu berat menghadapi dan menghidupi lima anak seorang diri. lima anak dengan berbagai macam karakter. ia terlihat lemah juga rapuh namun dibalik itu semua ia adalah sosok yang sangat kuat. Ya Allah, mampukan hambaMu ini membahagiakannya di dunia dan di akhirat. hanya ia lah yang hamba miliki saat ini.
saat ini aku sedang dihadapkan dengan dilema pekerjaan. ingin rasanya aku berhenti ditempat kerjaku sekarang. bukan karena aku tidak menyukai anak-anak, hanya saja perlakuan yang aku terima dari pimpinanku. beberapa kali aku menemukan bahwa aku diperlakukan tidak adil dan semaunya. sampai sekarang aku belum paham kesalahan apa yang kuperbuat padanya hingga ia tidak menyukaiku. aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui seseorang menyukaiku atau tidak. aku sudah berusaha melakukan pekerjaan yang diberikan dengan baik, namun pandangannya tentang tak sebaik yang ku inginkan. bukan pujian yang kuinginkan, aku hanya ingin diperlakukan adil dan jelas. aku sudah berkali - kali berusaha melupakan semua hal yang kualami, kuharap mungkin itu hanya perasaanku saja, namun semakin hari, yang kuterima tak berubah. aku berusaha memperbaiki kesalahanku, namun mereka tetap saja menganggapku tak berubah. apakah aku membutuhkan apreasi dari mereka? tidak. aku hanya ingin mereka memperlakukanku sebagaimana guru dengan keadilan dan kejelasan.
aku tak pernah menginginkan keburukan terhadap sesuatu. apapun yang membuatku bahagia atau yang menyakiti perasaanku, aku selalu berharap yang terbaik. doa yang terbaik untuk mereka. aku tak tau bagaimana hidupku kedepannya. aku hanya yakin Allah maha mengetahui dan Allah tidak maha kaya. hanya Allah yang ku percaya saat ini. jika aku masih hidup artinya aku masih punya rezeki, jika rezeki sudah tidak ada untukku, artinya waktu hidupku didunia telah selesai. dan hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. aku tidak bisa membuat semua orang menyukaiku, aku hanya mampu tidak membenci dan memaafkan. aku hanyalah seorang hamba biasa yang banyak dosa. mungkin dosaku akan berkurang dengan memaafkan. ketulusan yang aku berikan bukan untuk dinilai manusia namun Ridho Allah. entah seberapa sering tersakiti namun niat baikku tak pernah hilang. biarkan manusia tak melihat, namun Allah maha melihat.
Minggu, 22 November 2020
Memimpikanmu
pagi yang cerah. matahari yang sudah menampakkan cahayanya, namun udara masih cukup dingin. aku masih merenung dan merasakan mimpi semalam. semalam aku bermimpi tentang dirinya. aku sangat bahagia ketika dia mengirim pesan padaku. itu seperti nyata. tapi sayangnya itu hanya lah mimpi. aku merindukannya, namun aku sadar, aku harus melupakannya. kamu akan menikah dengan wanita bangladesh juga. kamu akan mendapatkan wanita yang baik. aku tak ingin terluka lebih dalam. aku tak bisa menghilangkanmu jika aku tak benar - benar berkorban untuk pergi dari hidupmu. mungkin kamu disana tak merasakan betapa sakitnya aku mengikhlaskan mu, menangis dan terus menyadarkan diriku bahwa yang terbaik bagiku adalah melupakanmu. sampai kapan aku harus mencintai seseorang yang tidak mencintaiku. betapa kerasnya hatiku menyakinkanku bahwa kau juga mencintaiku, tapi logikaku menyadarkanku bahwa segala perlakuan dan perkataanmu padaku, tidak menunjukkan keseriusan cinta. apa kau pernah bertanya padaku tentang tanggal lahirku, kesukaanku, keluargaku, keinginanku? sedangkan aku mencari tahu tentang segala hal tentangmu, mulai dari kebudayaanmu, negaramu, saudaramu, aku mulai menyukai apa yang kamu suka, aku berusaha menjadi wanita lebih cantik. tapi yang kudapatkan darimu hanya kesakitan dan hinaan. yang lebih menyakitkan selain tak mendapatkan cintamu adalah aku harus menerima cara pandangmu tentang diriku. aku hanya wanita miskin dan bodoh di pandanganmu. mungkin aku tidak lancar bahasa Inggris namun bukan berarti aku wanita yang bodoh. aku mencoba menyadarkanmu tentang agama namun kau mempermainkanku dengan cara tutur katamu yang kotor. aku memberikan waktu untuk berbicara denganmu namun kau sudah tak ada niat lagi berbicara denganku. kini saatnya aku sadar, bahwa aku menaruh cinta kepada orang yang salah. dan aku paham aku harus mengakhirinya.aku tau ini sakit, tapi lebih sakit memaksakan kenyataan bahwa tak pernah ada cinta untukku. rasa cintaku tak pernah berubah menjadi benci. karena cinta yang ku berikan adalah ketulusan. rasa cintaku padamu, menyadarkanku bahwa cinta yang terbaik adalah cinta yang mengikhlaskan. aku ingin kamu lebih bahagia, sukses dan mendapatkan pasangan yang baik, cantik, cerdas, muslimah yang sholihah. kesakitan yang kuterima menyadarkanku bahwa aku harus menjadi pribadi yang lebih baik, dan menata ulang kehidupanku. dan yang lebih penting, aku semakin dekat Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Selasa, 17 November 2020
Yaa Allah, hamba ingin ke kanada di tahun 2021
Yaa Allah, hamba ingin ke kanada yaa Allah di tahun 2021. kabulkan keinginan hambaMu ini. mampukan hamba untuk bisa mewujudkan mimpi hamba untuk bisa ke kanada di tahun 2021. hamba mohon yaa Allah..
Senin, 09 November 2020
Yaa Allah, hanya padaMu tempat kembali
10 November 2020
Pagi ini sangat cerah. matahari sudah menampakkan cahaya silaunya di jam 08.07 pagi ini. aku sudah membaca Al - Qur'an dan beristighfar namun entah mengapa hati ini tetap gundah gulana. rasanya malas sekali untuk melakukan kegiatan. hanya ingin tidur dan duduk sambil menonton film terfavorite. Yaa Allah..ampuni hambaMu ini. hamba tak tau apa yang ingin hamba tuangkan dan curhatkan di pagi ini. hamba hanya merasa sepi, bingung, kesal, malas. perasaan yang tidak hamba inginkan hadir didalam diri ini.
Senin, 02 November 2020
Bapak, ajarkan aku sepertimu
2 november 2020
Masha Allah.., tidak terasa waktu terus berputar. membawaku kepada masa yang penuh dengan perubahan. tahun 2020 ini terbilang berat. begitu banyak fenomena yang terjadi. entah sebenarnya apa dibalik semua ini. aku selalu membawa diriku mengingat waktu - waktu yang telah lama berlalu untuk mengulang kembali moment - moment indah. tahun ini juga terasa berlalu begitu cepat. di awal tahun lalu 2020, aku tak pernah berpikir bahwa Indonesia bahkan dunia akan mengalami suatu fenomena atau akan adanya pandemi yang membuat seluruh dunia menutup diri dan semua orang dianjurkan untuk saling berjauhan satu sama lain. di awal tahun, virus itu sudah cukup terdengar, namun aku menganggap mungkin itu hanyalah virus biasa yang akan hilang dalam waktu singkat. namun kenyataannya sampai saat ini, virus itu tetap menakuti penduduk bumi. entah kapan keadaan akan benar - benar kembali normal. aku ingin keadaan kembali normal seperti sedia kala seperti virus ini tak pernah ada.
beranjak menuju tahun 2021. semoga Allah masih memberiku umur untuk melangkah menuju tahun 2021 dalam keadaan sehat, keluarga yang tak kurang satupun, memiliki sahabat - sahabat yang baik, dan lisan dan tubuh ini tak lelah dan semakin aktif dalam berdakwah. terlalu banyak impian yang kuinginkan ditahun depan. baik dalam kesehatan, karir, pendidikan bahkan percintaan. umur 27 bukanlah umur yang masih muda. itu adalah tahap menuju kedewasaan yang sebenarnya, apalagi untuk seorang wanita. disaat - saat ini aku merasa begitu banyak yang terlewati dan semestinya ku rencanakan dan ku lakukan sebelum - sebelumnya, tapi aku yakin, ini tidak lah terlambat. terlambat hanyalah untuk orang - orang yang tidak mau berbuat dan mencoba. ini bukanlah tentang berhasil atau tidak, tapi tentang kamu mau melakukannya atau tidak. apapun hasil yang didapat biarkanlah Allah yang maha berhendak yang menjawabnya, dan sebagai hamba, hanya mampu berikhtiar dan bertawakal.
semakin dewasa, pendidikan tergolong tinggi, namun aku menemukan diriku tidaklah semakin baik. aku menemukan bahwa diriku adalah sosok yang sulit mengungkapkan perasaan, tidak pandai bicara, semakin pendiam dan semakin bingung dalam menentukan pilihan. aku berharap diumurku ini. aku akan belajar semakin tenang dan bijaksana. pandai berbicara dan bersikap sopan, fokus dengan tujuan yang ku harapkan serta semakin menambah dan meningkatkan kualitas diri. berproses..itulah kata yang selalu ku ulang - ulang pada diriku. ini bukanlah tentang cepat atau lambat. ini tentang proses dan menghargai diri sendiri. berproseslah tanpa harus iri dan membandingkan proses diri dengan orang lain. karena ini tentang memperbaiki diri. aku teringat dengan perkataan seorang ulama. bahwa butuh waktu yang sangat lama hanya untuk belajar adab. yah..hanya adab. belum ilmu. maka adab sangatlah penting.
bukan hanya tentang adab, tapi tentang membawa diri. kadang pernah terselip didalam pikirku. mungkin bapak akan malu, jika melihat anaknya ini tidak pandai berbicara dan berkomunikasi seperti dia. bapak adalah sosok yang sangat pandai. walaupun dia tidak pernah bersekolah, tapi dia sangat pandai dalam berkomunikasi dan bersahabat. sahabatnya banyak dan dia dikenal dengan sosok yang pandai dalam bernegosiasi. banyak orang yang mengakui kelebihannya. sedangkan aku..berbicara terhadap anggota keluarga saja aku masih kekurangan kata. ditambah lagi ditempat kerja, aku semakin tertutup. aku tak tau apa yang ada dipikiran mereka, hanya saja yang terbesit dibenakku adalah mereka menganggapku pendiam, pemalu dan tak berkembang, diremehkan dan dipandang sebelah mata. berbeda jauh dengan ayahku yang disegani karena keahliannya dalam berbahasa. aku malu pada diriku sendiri dan malu pada bapak.
darimana aku memulai untuk belajar memperbaiki kekurangan diriku? akupun masih bingung. kini aku akan belajar berbicara lebih dewasa, tenang, fokus dan menambah ilmu dan hal yang paling penting, tidak selalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang diri ini. fokus saja tentang apa yang harus diperbaiki, you are just human not angel. kamu bisa salah, kamu bisa marah, kesal, dan itu normal. kamu tidak bisa membuat semua orang suka denganmu. cukup lakukan dan katakan yang benar. karena dunia ini terlalu rumit untuk membuat semua orang menyukai dan menghargai. cukup yakin bahwa rezeki yang diterima bukan dari manusia tapi dari Allah sang maha kaya.
bapak..aku berharap jika kau melihat anakmu saat ini, kau tidak malu melihat anakmu ini. bapak..anakmu ini akan terus belajar dan berproses menjadi lebih baik.Aamiin yaa Rabbal alamin.
Jumat, 23 Oktober 2020
Aku ingin seperti yang lain
dimalam yang gelap gulita ini. hati dan pikiranku masih tertuju terhadap impianku yang begitu jauh dari kenyataan dan aku kembali berpikir tentang pemikiran orang lain terhadapku. aku selalu merasa berbeda dan diperlakukan berbeda. kadang rasanya aku ingin menangis. tapi aku tak tau apa yang sebenarnya harus ku tangisi. apa yang salah dari diriku? apakah aku sangat buruk? apakah aku sangat bodoh? apakah aku sangat penakut? semua perlakuan yang kualami seperti mengkonfirmasi bahwa diriku adalah seseorang yang bodoh dan penakut.
sebenarnya aku tak ingin memikirkan seberapa cantik diriku, seberapa hebat diriku. namun lingkungan menunjukkanku bahwa hanya orang - orang yang cantik, pandai berbicara yang bisa mengambil alih kehidupan. seperti tidak ada orang yang bisa dipercaya didunia ini.
Minggu, 11 Oktober 2020
Ada yang hilang
Senin, 05 Oktober 2020
Tentang tujuan hidup
saat ini berada di fase, dimana hidup begitu sunyi. aku tak paham apa yang sebenarnya yang benar - benar terjadi. saat ini aku ingin kembali kepada kehidupanku dulu yang tak mengenal iri, insecure dan pembosan. aku ingin diriku yang dulu kembali. tak mengenal cinta kadang lebih baik rasanya. tak perlu merasakan kehampaan dan kesendirian. diusia yang sudah tak semakin muda, aku menemukan diriku yang masih kehilangan arah dan harapan. dimana orang lain telah memulai aku masih bingung jalan yang harus kutempuh. kekhawatiran dan ketakutan masih menjadi faktor utama kegelisahan ini. kali ini aku benar - benar merasa hampa.
aku seperti tak tau tujuan hidupku. aku hanya selalu melihat masalah, keputus asaan, dan orang - orang yang menunjukkan ketidaksukaannya padaku. apa yang salah dari diriku? disaat aku tak mengurusi kehidupan orang lain, saat aku tak mempedulikan perlakuan mereka terhadapku, aku ikhlas, bahwa mereka hanya manusia biasa, mereka tak memiliki niat buruk, itu hanyalah kekhilafan. namun saat diriku hanya ingin diam dan melakukan yang kuinginkan, mereka melihatku seperti orang yang sangat bersalah, layaknya musuh. sedangkan aku tak pernah menganggap orang dalam hidupku adalah musuh.
kemana aku harus pergi? apa yang harus kulakukan? aku kehilangan tujuan. aku kehilangan harapan. aku benci sikap munafik dalam diriku. disaat aku menyebarkan, mendakwahkan kebaikan dalam hatiku selalu berbicara, " apakah pantas kamu mendakwahkan itu, jika dirimu saja jauh dari kata baik?".
dari mana aku harus memulainya? Yaa Allah, apa yang terjadi dalam diri hambaMu ini, apakah terlalu banyak jin yang merasuki diri hamba, hingga hamba tak mampu melihat mana yang baik dan buruk? apakah cinta terhadap mahluk ini mengalahkan cinta hamba padaMu? hamba sangat bingung. tak ada seorangpun yang bisa mengerti keadaan saat ini. keadaan saat ini hanya menjudge, kebohongan dan tak saling mengerti satu sama lain. hamba kehilangan arah Yaa Allah..
Ingin hamba bercerita kepada orang lain, tapi hamba tak mempercayai mereka, mereka hanya ingin mendengar, memberikan solusi atau menjadikan diri ini semakin bersalah.
Selasa, 22 September 2020
Berpikir dan sendiri
Tanggal 23 September 2020
Udara begitu dingin, diluar hujan masih mengguyur serta langit yang masih gelap kelabu. aku masih ditempat ini, dikursi kayu coklat sambil memandang kearah jendela kaca dengan boneka - boneka sevensenses menghiasinya. Alhamdulillah, saat ini dalam keadaan sehat tak ada yang kurang satupun. beberapa kali aku memandang jam dinding, dan bergumam mengapa makan siang hingga jam segini belum diantar, biasanya pukul setengah sepuluh tim catering sudah mengantarkannya. aku sudah sangat lapar rasanya.
sambil menahan rasa laparku, aku kembali memikirkan, apa tujuan yang ingin aku capai dalam kehidupanku. tentunya keinginan terbesarku adalah akhirat, namun apa target hidupku selama didunia ini. aku ingin menjadi apa, apa yang ingin kucapai, fokus dengan minat dan bakatku. dalam saat ini aku merasa belum menghasilkan yang ingin kucapai. yang sering muncul dikepalaku terkadang iri melihat kehebatan orang lain yang bisa mendapatkan hal - hal yang kudambakan. apa sebenarnya yang ingin kucapai?
aku ingin sekali bekerja di Inggris, sekaligus belajar disana. apakah mungkin semua itu terjadi? impianku, aku ingin tahun depan aku dan kakakku bisa bekerja di Inggris, melihat tahun depan kakakku menikah. dalam segi pekerjaan, aku merasa aku belum pantas menjadi seorang guru. mengurus adikku saja aku belum mampu, terkadang timbul rasa malas bertemu dengan anak - anak, apalagi dalam hal karakter dan pengetahuan aku masih jauh dari kata layak. namun aku juga sudah cukup bosan dengan pekerjaan yang berkutat kearsipan. aku ingin menjadi seorang pedagang yang membuat sesuatu barang untuk dijual, atau bekerja dibagian kuliner, menjadi kasir lagi, atau bekerja dibagian publik. kadang merasa berdosa menjadi guru ketika aku berpikir aku tau aku tak layak dan setulus menjadi guru tapi aku masih memaksakan diriku untuk bekerja menjadi guru. bagiku itu seperti orang yang munafik.
ya Allah, hamba tak tau mana yang terbaik untuk hamba. hamba ingin sekali tahun depan di tahun 2021 hamba bisa pergi ke Inggris. hamba tak tau darimana caranya hamba bisa kesana, namun Engkau maha kaya dan tidak ada yang tidak mungkin bagiMu ya Allah.
Kamis, 17 September 2020
Bukan tentang memiliki, tapi tentang mengikhlaskan
19 september 2020
Siapa yang pernah menyangka bahwa ditahun 2020 ini akan ada sebuah virus yang mematikan yang menghinggapi seluruh negara yang ada di dunia. akupun sama sekali tidak pernah memikirkannya. tapi kali ini aku bukan ingin menceritakan tentang virus atau keadaan ku karena virus ini, tapi tentang rasa cintaku terhadap seseorang yang belum berakhir sebelum dan saat pandemi ini ada. sudah berkali - kali aku menuliskan tentang keinginanku dan usahaku untuk melupakannya tapi tetap saja hati dan pikiranku selalu tertuju pada dirinya.
Ibuku sering berkata entah melucu atau tidak, bahwa yang aku cintai hanyalah angin. mereka hanya mampu dirasakan, tapi sebenarnya ia hanyalah sesuatu yang sulit untuk digapai dan dilihat. dan beberapa kali pula diingatkan sebaiknya mencari pasangan didalam negeri sendiri saja, lebih nyata dan lebih tidak merepotkan. Bagiku semua yang diucapkannya benar. aku bagai mencintai angin. walaupun mereka nyata tapi aku tidak pernah melihat wujud aslinya, berbicara langsung bertatap muka, apalagi tau tentang karakter dan sifat aslinya. aku sering menyadarkan diriku sendiri tentang hal itu, tapi tetap saja aku mengulang hal - hal yang aku lakukan sebelumnya, tetap mencoba berkomunikasi dengannya, dan akhirnya tersakiti dan meratapi perbuatan yang kulakukan.
aku mencintai seorang pria yang lebih muda dariku 3 tahun. Ia berasal dari Bangladesh yang saat ini sedang berkuliah di Canada. aku mengenalnya satu tahun yang lalu, di bulan september tepatnya. saat awal mengenalnya perasaanku hanya biasa - biasa saja tak ada rasa suka atau cinta. aku mengenalnya setelah aku tersakiti oleh seorang pria dari luar juga sehingga aku memulai percobaan baru mengenal pria lain, dan akhirnya aku bertemu dengannya. Sebenarnya dia tidak begitu tampan, tapi bagiku dia sangat manis. ditambah dengan sikapnya yang tidak begitu memperlihatkan kelebihan dari dirinya, bukan hanya itu, dia sangat pandai berkata - kata romantis, yang kadang membuatku senyum - senyum sendiri membaca pesannya. diawal perkenalan kami sering sekali video call di pagi hari. namun beriringnya waktu, obrolan kami semakin berkurang.
sebenarnya aku sangat paham, bahwa aku dan dengannya sangat sulit untuk bersama. namun semua hal itu sebenarnya bisa terjadi jika kami saling terbuka dan tentunya saling mencintai. Semakin lama aku mengenalnya, aku merasa bukan cinta yang kudapatkan tapi hanya permainan semata. Aku tak pernah menjalin hubungan asmara nyata dikehidupanku, sehingga aku tak paham apakah normal atau tidak bercerita tentang keinginan seksual terhadap pasangan, namun berdasarkan hal yang ku yakini, berbicara tentang hal - hal mesum bukanlah hal yang baik dan semestinya tidak harus dilakukan. walaupun aku tau mungkin semua orang yang berpacaran mengucapkan hal - hal mesum bahkan melakukannya.
aku menyadarkan diriku, bahwa aku hanyalah sebagai selingan waktunya. tidak ada keseriusan darinya tentang mengenal siapa diriku dan tentang yang ada didiriku. Ia tak pernah bertanya tentang tanggal lahirku, kegemaranku, keluargaku, yang keluar dari mulutnya hanya kata - kata romantis yang membuatku muak ditambah lagi percakapannya yang membahas tentang hal kotor. Sebenarnya tak ada alasan lagi bagiku untuk tetap mencintainya. Aku menginginkan pria yang mampu memahami dan menghargai pendapatku. Jika aku berpendapat bahwa berbicara dan melakukan hubungan intim diluar pernikahan adalah hal yang buruk maka sebaiknya ia memiliki pemikiran yang sama pula, bahkan aku ingin ia yang selalu mengingatkanku untuk menjaga diri. Aku tak paham mengapa aku masih mencintainya hingga kini. Apakah karena dia berkuliah di Canada? atau karena dia romantis? atau karena dia sangat manis? atau mungkin ketiga - tiganya?.
Aku kembali berpikir dan menyadarkan diriku lagi. hanya itu yang bisa kulakukan agar aku tetap waras. Apa yang harus aku pertahankan untuk seseorang yang tidak mencintaiku? Apakah aku mau tetap berada di keadaan yang membuatku bersedih? aku tidak ingin hidup dalam penantian seseorang yang tidak mencintaku, dan aku tidak ingin selalu bersedih karena memikirkan cinta yang tak sejalan. Aku mencintainya, itu tak bisa dibohongi tapi mencintai seseorang yang tidak mencintai kita adalah kesalahan. Sebelumnya aku berpikir, dia adalah pria yang tidak pantas bagiku, tapi sebenarnya aku juga adalah wanita yang tidak pantas untuknya. Jika dia berpikir aku pantas untukknya dia akan benar - benar mencintaiku, tapi kenyataannya tidak. Jika sama - sama merasa tidak pantas lalu mengapa harus dipaksakan?
Kini yang aku pahami, mungkin sebelumnya aku terlalu ingin memilikinya dan ingin ia sesuai dengan yang aku pikirkan, tapi sebenarnya dia juga memiliki keinginan tentang wanita yang ia impikan. Ia ingin wanita yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya, jika dia berpikir berbicara mesum adalah hal yang normal, maka dia sebaiknya mendapatkan wanita yang mampu meladeni percakapannya. Dan aku terlalu memaksakan dirinya untuk sesuai dengan pemikiranku padahal ia memiliki keinginan dan pemikirannya sendiri. Aku mencintainya, maka aku harus mengikhlaskannya untuk bahagia dengan wanita yang membuatnya bahagia pula. aku mencintainya maka aku harus menjauh dari dirinya, agar ia bisa lepas dari pemikiranku. Aku mencintainya, maka aku mendoakan agar dia mendapatkan dan mencintai wanita baik yang mampu menjadikannya pria yang lebih baik. Cinta bukan hanya tentang memaksakan orang lain sesuai dengan yang kita inginkan. Cinta bukan tentang memiliki seutuhnya, karena sebenarnya tidak ada yang benar - benar kita miliki di dunia ini. Jika orang yang kita cintai lebih bahagia dengan orang lain, lalu mengapa harus tetap memaksakan diri?. Saatnya berpikir bahwa kemungkinan lain selalu ada. Jika tidak dengannya, maka dengan orang lain yang menganggap kita pantas untuknya. Semua kembali keyakinan kita kepada Allah, bahwa Allah maha mengetahu yang terbaik untuk hambaNya.
Sekian,
Anda Fatimah
Selasa, 25 Agustus 2020
Sulitnya menjadi berbeda dari yang lain
Aku seperti kehabisan kata untuk menuangkan isi yang ada dikepalaku saat ini. kadang aku merasa lelah melihat orang - orang diluar sana melakukan hal - hal gila dan menjengkelkan. akupun lelah dengan rasa iri yang kadang hadir melihat orang - orang lain bisa melakukan sesuatu yang tak mampu aku lakukan. tapi semuanya aku renungkan kembali. apa sebenarnya tujuan hidupku didunia ini. Hidup didunia ini hanyalah kesementaraan yang memperdayakan. Di umur berapa kamu akan mati? sudah siapkah jika malaikat maut mencabut nyawaku tiba - tiba? apa yang akan terjadi denganku nanti setelah mati? ketika kesadaranku muncul kembali, aku kembali menarik diriku. Sudahlah.., berhenti melihat keindahan dunia yang hanya fatamorgana ini. Lihatlah yang ada didalam dirimu, dan temukan betapa Allah sangat menyayangimu. Di saat orang lain yang memperlakukanmu buruk lalu kenapa kamu menyalahkan Allah yang berlaku tak adil? sedangkan kamu sering lalai dengan segala perintahNya. Apakah kamu tidak malu?
Dunia ini mungkin memang sudah benar - benar rusak. Ketika dakwah dianggap hal yang berbahaya, sedangkan maksiat dianggap hal yang biasa. Ketika kecantikan dan ketampanan dijadikan standar kebahagiaan, dan rasa syukur dilupakan. Ketika jabatan
Selasa, 11 Agustus 2020
Mama adalah harta paling berharga
air mataku tak bisa ku bendung saat menceritakan kesedihan yang kualami akhir - akhir ini. aku berusaha untuk tegar dan tak menampakan kesedihan yang kurasakan, tapi gejolak batin yang ada didada tak mampu ku tahan lagi. Akhirnya aku menemukan seseorang yang tepat untuk ku ajak bercerita dan bertukar pendapat. Ia adalah mama. sebenarnya aku tidak ingin membagi kesedihanku padanya. aku tak ingin membuatnya pusing dengan urusanku, aku hanya ingin melihatnya bahagia dan tak seharusnya ikut pusing apalagi bersedih tentang hal - hal yang kualami. Tapi hanya dialah yang memiliki perasaan terdekat denganku dan ia paling memahami semua hal yang kurasakan, bahkan sebelum aku mengatakannya.
Aku begitu banyak dosa terhadapnya, sering merasa lebih pintar, tidak ingin direpotkan, kadang tak ingin mendengar, begitu banyak kesalahan yang kulakukan padanya. Padahal aku dibanding dirinya tidak ada apa - apanya. Bagaimana mungkin aku merasa lebih pintar dari seseorang yang melahirkan dan membesarkanku dari bayi hingga sebesar ini? tapi sering kali diri ini begitu merasa lebih hebat darinya. Sering tak paham tentang kelelahannya dan mengabaikan cerita dan perkataannya. Dia adalah mama terkuat, tersabar dan terbaik diseluruh dunia bagiku. Akankah aku bisa menjadi seorang ibu yang hebat seperti ibuku saat ini?
Kamis, 06 Agustus 2020
Aku mencintaimu, karenanya aku menjauhimu
Selasa, 07 Juli 2020
Makkah dan Inggris, apakah aku bisa datang kesana?
malam ini aku kembali mengingat impianku. sebenarnya malam ini seharusnya aku berlatih aplikasi canva dan sejenisnya, tapi aku menyempatkan diriku untuk menulis blog lagi. malam ini sambil berbaring menatap laptop dan mendengarkan ceramah Buya Yahya tentang rezeki.
"kerja kerasmu tidak membuatmu kaya, tapi kita diperintahkan untuk mencari rezeki. sesuai dengan takarannya. bukan mencari rezeki melanggar aturan Allah. tidak meninggalkan perintah Allah. perubahan itu bukan dari manusia. usahamu merupakan bagian dari takdir, tapi bukan untuk merubah takdir.
Senin, 06 Juli 2020
QASAM Hizbut Tahrir (SUMPAH)
qasam hukum asalnya mubah, sesuai sabda Rasulullah SAW :
"Demi Allah, sesungguhnya aku tidak bersumpah atas suara perkara, lalu aku melihat ada yang lebih baik daripada perkara itu, kecuali aku menebus sumpahku dan mengambil perkara yang lebih baik itu."
jadi qasam itu hukumnya mubah, sebab kalau qasam itu wajib, niscaya Rasulullah SAW tidak akan meninggalkan qasamnya untuk mengambil perkara yang lebih baik. tetapi bila qasam dimaksudkan untuk melaksanakan suatu kewajiban, yang tak akan terwujud sempurna kecuali dengan qasam, maka hukumnya menjadi wajib. ini berdasarkan kaidah syara ':
" segala sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak terwujud sempurna, maka sesuatu itu hukumnya wajib pula."
misalnya, ada seseorang yang dituduh dengan tuduhan batil yang dapat membuatnya dijatuhi hukuman mati. sementara itu ada kesaksian dari orang lain yang bisa menyelamatkannya dari hukuman mati. namun hakim tidak bersedia menerima kesaksiannya, kecuali dengan qasam. dalam kondisi seperti ini, qasam menjadi wajib atas orang tersebut, demi menyelamatkan orang yang tidak bersalah dari hukuman mati. sebab menyelamatkan orang yang tak bersalah dari hukuman mati adalah wajib. dan bila kewajiban ini tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu (dalam hal ini qasam), maka sesuatu itu menjadi wajib pula hukumnya.
atas dasar itu, maka jamaah manapun yang sedang melaksanakan suatu kewajiban, dibolehkan menurut syara' menetapkan syarat - syarat tertentu bagi orang yang akan bergabung dengannya. dibolehkan pula memintanya berqasam agar terikat dengan syarat - syarat tersebut, untuk memastikan kejujurannya kepada jamaah tersebut serta memelihara dan menjaga institusi jamaah.
barang siapa telah berqasam, dia wajib mengikatkan diri dengan syarat - syarat tersebut beserta konsekuensi - konsekuensi yang ditunjukkan oleh lafadz qasam. haram baginya tidak terikat dengan syarat - syarat dan konsekuensi - konsekuensi qasam tersebut.
mengenai melepaskan diri dari qasam - yaitu meninggalkan jamaah setelah melakukan qasam- hukumnya sebagai berikut: jika melepaskan qasam berarti meninggalkan kewajiban, maka hukumnya haram, meskipun dilakukan penebusan qasam (kaffarah). sebab, melaksanakan kewajiban adalah wajib, sedang meninggalkan kewajiban adalah haram. tetapi jika melepaskan qasam adalah untuk berjuang dengan jamaah lain, yang dipandang sebagai jamaah yang lebih baik, maka hukumnya adalah mubah. setelah itu harus menebus qasam. jika jamaah yang itu dipandang sebagai jamaah yang benar ( sedang jamaah lainnya tidak benar), maka hukumnya wajib melepaskan qasam dan wajib pula bergabung dengan jamaah lain tersebut. setelah itu wajib menebus qasam.
berdasarkan uraian diatas, maka Hizb kemudian menetapkan syarat bagi siapa saja dari kalangan syabab yang telah diputuskan kelayakannya untuk menjadi anggota Hizb, agar mengucapkan qasam tertentu. tujuannya adalah supaya Hizb dapat meyakini kejujuran dan keikhlasannya, dapat menjamin kesatuan dan kekuatan Hizb, serta supaya syabab tersebut mengikatkan diri secara sungguh - sungguh dengan makna - makna yang terkandung dalam qasam.
berikut ini penjelasan mengenai makna - makna yang terkandung dalam qasam Hizb
1. setiap syabab yang menjadi anggota Hizb haruslah menjadi orang yang menjaga islam dengan penuh amanah (Haarisan Amiinan lil Islam). Artinya, dia adalah seorang pengawas atau pengontrol kondisi masyarakat.
Kamis, 02 Juli 2020
Kamu tidak sendiri, aku juga korban buly
kali ini, malam ini. setiap menulis tentang kehidupan aku membutuhkan waktu yang tenang untuk mendalami setiap kejadian yang terjadi. sebenarnya sifat susah bergaulku dari dulu, semenjak smp akhir, sma, dan sampai saat ini. semua kejadian yang aku alami dari kecil hingga dewasa selalu hadir dalam ingatanku dan membentuk karakterku. mungkin aku seorang introvert, sebenanrya aku tidak begitu peduli apakah aku introvert atau bukan. aku hanya memiliki kebiasaan menikmati kesendirianku dan lebih memilih sendiri dibanding berkelompok. sering sekali timbul pertanyaan dalam diriku sendiri, apakah aku aneh?
uang, popularitas, jabatan, mungkin beberapa orang sangat menginginkan itu, tapi keinginanku dari dulu hingga sekarang adalah aku ingin memiliki sahabat dekat yang bisa dipercaya, mendukung dan berbagi cerita. kadang iri rasanya melihat teman - teman lain bisa ngobrol asyik sama teman - teman lain, kok mereka pintar yah bergaul? kok mereka pintar yah komunikasi? kok aku ngak bisa sih seperti mereka? mungkin karena aku ngak sepintar dan secantik mereka? atau apa?
apakah semua pertanyaan itu berawal dari masa kecil aku yang selalu dibuly dan dimarahi? semua memory sering muncul tanpa aku memintanya untuk hadir. semenjak sd aku memang bukan anak yang populer. tapi nilai - nilaiku termaksud bagus, dikelas 6 nilaiku melonjak tinggi dan guru - guru mengapreasi. itu merupakan momen terbaik dalam hidupku, hal itu yang kuingat ketika aku terpuruk atau mengingat segala kegagalan dan bulyan yang kuterima. di SMP aku masuk sekolah negeri yang termaksud unggulan. disana nilai - nilai ku mulai menurun dan bulyan begitu sering kuterima. aku tak paham mengapa dimasa remaja seperti itu, anak - anak begitu pandai membuly temannya sendiri? terutama wanita yang memiliki paras tidak cantik, hitam, pendek, yah..itulah aku. apakah aku tidak bersyukur? aku bersyukur dengan segala kumiliki, aku hanya selalu heran, mata diciptakan untuk melihat keindahan dan segala hal didunia ini, tapi mereka yang hidupnya penuh dengan kesombongannya menggunakan matanya hanya untuk menghina ciptaan Allah. jika manusia tidak diberikan mata, mungkin mereka bisa menilai sesuatu itu baik atau tidak dari tingkah lakunya bukan fisiknya, itu adalah pemikiran ngawurku. kesalahan bukan ada dimata, tapi dari mereka yang menyalahgunakannya.
Di SMP dari kelas satu hingga kelas tiga, hidupku penuh dengan bulyan. hingga dikelas tiga menurutku adalah moment terbuly dalam hidupku. jika dikelas sebelumnya aku masih memiliki beberapa teman, lebih dari dua teman. dikelas tiga ini aku hanya memiliki satu teman dekat, dan teman dekatku itupun adalah korban bulyyan juga. jadi cocoklah kami duduk berdua bersama, korban utama buly. sampai sekarang aku tak paham mengapa aku dibuly, padahal sepanjang hidupku aku tak pernah menghina seorang. saat tugas berkelompok kami hanya berdua, saat dibuly, hanya kami berdua, seperti disaat itu kami berdualah wanita terjelek dikelas itu. yang membulypun sebenarnya bukan anak yang tampan juga. uuppss...
saat itu aku sempat tidak masuk sekolah karena aku sedih selalu dibuly. aku bersembunyi dibalik tirai dapur hingga sekitar jam 9 pagi agar orang tuaku tidak melihatku tidak masuk sekolah. jadi pagi - pagi aku sudah memakai baju seragam dan tas, tapi sebenarnya aku tidak pergi, aku hanya bersembunyi. (menarik nafas)........., untuk kalian yang tidak pernah dibuly, kalian sangat beruntung. bersyukurlah atas hal itu, karena buly itu sebenarnya seperti membunuh seseorang. mematikan harapan dan merusak mental.
Lanjut di SMA. bullyan itu masih ada, masih keras, dan masih soal fisik. tapi kali ini wanita membuly wanita karena dikelasku wanita sangat banyak. tapi teman dekatku lebih banyak, sehingga aku tak merasa begitu sendiri. panjang sekali cerita tentang bullyan jika aku ceritakan. semua bullyan yang kuterima di SMP dan SMA memberiku kecemasan dan ketakutan disuatu lingkungan, bahwa aku akan dibully lagi, aku akan dijauhi lagi, aku tidak pantas berteman, mereka cantik, keren, sedangkan aku hanya korban bully. dan akhirnya aku memilih menjaga jarak dan sulit berkomunikasi, padahal orang - orang yang kutemui bukanlah pembuly.
apa sebenarnya gunanya aku menceritakan dan memberitahu orang lain tentang kisah hidup ku? aku tak pernah menceritakan detail pengalaman bulyanku terhadap keluarga, sahabat dekat atau lain. kenapa diblog ini? karena mungkin kalian yang membaca ini jika kalian yang pernah dibuly, kalian tau bahwa kalian bukan orang satunya - satunya yang pernah dibuly. dan untuk jika kalian para pembuly, sebaiknya kalian sadar dengan kesalahan kalian. beberapa dari kalian menganggap bulyan itu seperti lelucon, candaan, dan hanya hiburan, tapi bagi kami, korban kalian, itu seperti pisau tajam yang kalian tusukan berulang kali.
semakin dewasa ini, dan semakin sering membaca buku, artikel dan pengalaman - pengalaman, bagiku buly bukan hal utama lagi. kali ini aku berusaha berdamai dengan cerita-cerita masa laluku, fokus dengan segala tujuan hidupku, dan semakin memahami tentang hakikat kehidupan. hidup sebenarnya bukanlah didunia ini, tapi diakhirat kelak. mungkin dengan bulyan itu aku menjadi pribadi yang tidak mudah menghina orang lain. lebih menghargai orang lain.
satu hal yang paling meyakinkan dan menguatkanku adalah, Ada Allah..tenang ada Allah. Allah tidak melihat fisikmu, tapi Allah menilai amalmu. hanya padaNya kamu berserah diri dan meminta segala hal. dunia hanyalah fana. kecantikan akan pudar dimakan usia, semuanya akan hilang ditelan waktu. tidak ada yang abadi didunia ini. apa yang kamu kejar? apa yang kamu cari? apa yang kamu dambakan? apa yang kamu sedihkan? inilah dunia. sedih itu ujian tapi kesenangan juga ujian.
semakin sedih semakin mendekat, semakin senang juga semakin mendekat. mendekat hanya kepada Allah yang maha pengasih dan penyayang.


