Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 November 2022

Mungkin bukan dia dan belum waktunya

 Dan alasan aku tidak ingin jatuh cinta lagi, krna setiap aku merasakan jatuh cinta, beberapa lama kemudian seseorang itu menyakiti perasaan lagi, dan aku harus kembali menguras energi untuk memperbaiki keadaan hatiku. mungkin lebih tidak menyukai siapapun sampai dia benar - benar menunjukkan rasa cintanya padaku. aku sangat lelah memperbaiki perasaanku untuk kembali normal dan belajar mengikhlaskan. lebih baik tak mencintai siapapun, melakukan hal rutin dibanding harus menunggu kabar dan kepastian seseorang. aku tak ingin bermain lagi dengan perasaanku. tak ingin ada harapan lagi. 

Selasa, 08 November 2022

Masa kecil yang hilang

 mengendarai motor setelah melaksanakan pekerjaan merupakan hal yang sangat kusukai. aku bisa sambil memikirkan apa saja yang telah kulakukan hari ini, merencanakan hal - hal yang akan kulakukan dan mengenang berbagai kenangan yang masih membekas hingga kini. 

kali ini aku mengingat adik pertamaku. saat kecil hingga remaja aku sangat dekat dengannya. hanya dia yang menemaniku bermain dulu dan dia yang paling paham denganku. kami saling bercerita tentang kehidupan kami, karena kami rasa kami memiliki perasaan dan ujian yang hampir sama. aku masih ingat ketika aku dan dia tidak sengaja menghabis kuota internet kakak kami, saat itu tengah malam mungkin sekitar jam 1 malam. saat itu mungkin aku smp sedangkan dia sd. dia berani keluar rumah membeli pulsa atau kartu baru untuk menggantikan kartu yang telah terpakai tadi, sedangkan aku menunggu dirumah dengan khawatir. Alhamdulillahnya, dia datang dengan selamat dan membawa apa yang kami butuhkan. kemudia dia bercerita kalau dijalan tadi hampir saja dia dicelakai oleh pria mabuk, namun dia diselamatkan oleh teman pria itu. karena saat itu kami berdua masih kecil, akupun belum begitu paham betapa bahaya kejadian itu, hingga aku paham sekarang bahwa itu sangat mengerikan.

selain cerita itu, aku masih ingat ketika aku dan dia sama - sama tidak memiliki pekerjaan. kami saling berbagi pendapat tentang rencana apa yang akan kami lakukan nanti. aku bercerita tentang bully yang kuhadapi disekolah dan dia pun ternyata sama mengalami bully juga disekolahnya. kami saling bercerita dan menertawakan diri kita masing - masing. saat itu semuanya berjalan dengan baik dan harmonis. 

hingga aku tak tau darimana bermulanya. mungkin dia menemukan hal baru dalam hidupnya. dimana dia merasa menemukan lingkungan yang menerimanya. dia menemukan teman baik dan peduli padanya. aku belum begitu peduli saat itu. aku membiarkannya  dilingkungan itu. kulihat dia memiliki teman yang kulihat baik  padanya dan diapun telihat senang. hari dan bulan berlalu, aku dan diapun sudah jarang bercerita. 

pada suatu saat aku mendengar kabar bahwa dia mencuri hp temannya.  aku diberi tahu bahwa dia mencuri 3 hp temannya. aku juga merasa sikapnya cukup berbeda. saat itu responku kaget dan tidak senang dengan perbuatannya. sebelum - sebelumnya pun aku sudah cukup tidak senang dengannya karena dia menghabiskan waktu yang lama ditempat barunya itu. aku tak tau seperti apa akhir dari hp temannya itu. aku tidak terlalu ikut campur. namun kakakku marah dengan perbuatannya itu. pernah beberapa kali dia pergi dari rumah. beberapa kali juga dikembali kerumah dan akhirnya saat ini dia pergi lagi dari rumah. 

kini aku paham betapa berat menjadi dirinya. dia memiliki 2 kakak perempuan yang sama - sama memiliki ego yang besar. dia yang mengharapkanku menjadi kakak yang baik untukku, tapi malah tak peduli tentangnya. dia harus hidup tanpa sosok ayah yang membelanya ketika dia melakukan kesalahan, dan masa kecilnya yang juga penuh dengan marahan dan kasih sayang. lingkungan sekolah yang penuh dengan bully, lingkungan kerjanya dulu yang begitu toxic. semua dia lalui dalam usia belum matang ditambah lagi keluarganya yang juga tak paham dengan kondisi mentalnya. dia beranjak dewasa dengan kurangnya pemahaman, penuh tuntutan dan kurangnya kasih sayang. dan kini hasilnya. 

sebenarnya aku tak pernah menyangkan bahwa dia akan seperti ini atau keadaan menjadi seperti ini. ku akui dia adalah adik yang sangat tidak pelit padaku dulu, bahkan dulu dia pernah meminjamkan hp iphonenya padaku, namun ku hilangkan dan satu hp lainnya.  dia mau membantuku disaat ku membutuhkannya. jika aku kembali mengingat segala perilaku ku padanya, rasanya begitu banyak kesalahan yang ku lakukan padanya. saat itu egoku teramat besar dan rasa kepeduliaanku pun sedikit. jika saat itu aku memberi waktuku yang banyak untuk bersama dan mendengar cerita lagi darinya mungkin dia tidak akan sejauh ini. ego, emosi dan perbuatanku yang  membuat hidupnya semakin sulit. dan saat itu aku belum sadar dengan kesalahanku itu. hingga akhirnya dia menjadi sosok yang sangat jauh dariku, tak pernah bercerita lagi, dia sangat tertutup dan melakukan hal - hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. dari hatiku terdalam, aku sangat merindukannya. 

aku sangat merindukan adikku yang dulu. aku sangat ingin hubungan kami baik dan sedekat dulu. aku ingin dia kembali dan memperbaiki lagi hidupnya. aku ingin dia yang dulu kembali. 

aku berdoa untuk adikku, Minal Aidil. semoga Allah jauhkan kamu dari segala musibah, kecelakaan dan perbuatan maksiat. kamu menjadi pria sholeh dan baik. dimudahkan harapan dan cita - cita baikmu. menjadi orang yang sukses didunia dan akhirat, membahagiakan kedua orang tua dan memiliki kehidupan lebih baik kedepannya.

maafkan kakakmu ini yang tidak peduli padamu, yang sering menyusahkan hidupmu. maafkan segala perkataan dan perbuatan yang menyakiti perasaanmu. berharap kita bisa menjalin hubungan sedekat dulu lagi. Aamin.