Yaa Allah, bagaimana jalan hidupku kedepannya? sudah dua bulan hamba bekerja di tempat kerja yang baru. kegiatan yang baru, bertemu orang - orang yang baru. Yaa Allah, hamba tak tau apa gerangan dibalik semua hal yang terjadi pada hamba. 2020 - 2021 ini merupakan tahun yang cukup berat. banyak hal yang terjadi yang pernah ku kira sebelumnya. semua hal yang terjadi seperti membentukku menjadi pribadi yang baru. kehilangan orang yang kucintai, kehilangan pekerjaan, kehilangan teman, setiap malam ku lalui dengan tangisan dalam diam, menahan amarah dan emosi, berusaha mengalah, berusaha menerima keadaan, hingga sampai saat ini aku telah melaluinya. sebenarnya tak ada yang berubah dariku. aku hanya bisa lebih ikhlas, menerima keadaan, memaafkan kesalahan, dan hanya berusaha mengerjakan yang diberikan dengan baik dan benar. tidak ada rasa iri, tidak ada rasa ingin lebih baik, walau kadang timbul rasa insecure, tapi aku selalu berusaha menyadarkan diriku, inilah yang terbaik dan tetaplah berusaha yang terbaik. setiap orang punya proses dan progressnya masing - masing.
aku ikhlas jika orang membenciku, aku bahagia jika orang lain menyukaiku. berusaha memaafkan orang lain, memaafkan diri sendiri, dan berproseslah menjadi lebih baik. berhasil atau tidak. aku sudah berusaha lebih baik. aku hanya lebih ikhlas bahwa tidak ada yang abadi didunia ini. semua akan berakhir. sedih dan bahagialah secukupnya.
aku pernah berdoa agar aku menjadi wanita yang lebih cerdas, bisa bersosialisasi dan bijaksana. mungkin ini adalah jalan agar aku bisa menjadi wanita seperti yang kuinginkan. kurangi mengeluh dan nikmati setiap prosesnya. waktu terus berputar, perubahan akan selalu terjadi. tidak ada yang sempurna.
kadang aku hanya berpikir, apa rencana Allah kedepannya. yang selalu kusyukuri hingga saat ini adalah aku masih memiliki seorang ibu yang masih dalam keadaan sehat, keluarga yang baik. tidak ada utang yang besar. semua itu belum tentu masih ada besok. kemana rencana Allah akan membawaku, aku tak pernah tau. tapi aku yakin Allah mencintaiku, dan Allah yang paling mengetahui yang terbaik bagiku.
aku berdoa kepada Allah agar jangan biarkan aku menjadi manusia pembenci dan pendengki. biarkanlah orang lain membencimu dan menyakitimu. begitulah manusia. tetaplah berusaha menjadi orang yang baik, jika Rasulullah saja yang begitu baik tetap saja ada yang membenci apalagi aku manusia yang jauh dari sempurna.
untuk kamu, Akib Oasif Sikder. aku tak bisa membohongi perasaanku. aku masih begitu mengharapkanmu. memimpikanmu disetiap malamku, menghadirkanmu dalam lamunanku. tapi setiap kali aku mengingat bagaimana caramu menyakitiku, dan kebodohan yang kulakukan untukmu, aku menangis dan menyalahkan diriku sendiri. aku mencintaimu tapi aku juga membencimu. namun rasa cintaku lebih besar dibanding rasa benciku. kadang aku ingin kamu merasakan apa yang kurasakan, aku ingin kamu menderita karena seseorang yang sangat kamu cintai, aku ingin kamu tersakiti seperti aku yang tersakiti, aku ingin kamu merindukanku seperti aku merindukanmu. tapi, rasa cintaku berkata padaku. apakah kamu benar - benar mencintainya? seseorang yang benar - benar mencintai tak akan pernah menyakiti orang yang dicintainya. biarkanlah dia lebih bahagia, menemukan kebahagiaannya. doakanlah agar dia lebih bahagia. semua doa yang baik akan kembali padamu.
aku mencintaimu babe...aku sangat mencintaimu. berkali - kali kamu menyakitiku, tak pernah bisa mengubah rasa cintaku. bahagialah. aku tak akan mengganggumu. jika kamu membutuhkanku, kamu bisa menghubungiku. biarkan aku menyimpan kehidupanku sendiri. menyimpan rasa rinduku sendiri, membangun hidupku yang baru sendiri. biarkan waktu yang menyembuhkan luka. biarkan waktu yang menjawab segala pertanyaan tentang jalan hidupku. aku pasrah dengan segala rencana Allah padaku.
aku tak tau, lebih cepat mana ajalku atau jodohku yang datang. Aku hanya berharap tak ada penyesalan saat aku telah ditiada nanti.