tahun lalu, tepatnya tahun 2022 bulan agustus. Aku menginstal aplikasi dating dan match dengan seorang pria yang tinggal di Texas. sampai saat ini aku masih berbicara dengannya, namun kali ini hubungan kami lebih serius dibanding sebelumnya. dia terlihat dewasa dan cerdas. tapi sebenarnya aku masih meragukan tentang perasaan dan keseriusannya, dan kadang akupun ragu dengan perasaanku dan kesiapanku jika benar, kami sedang merencakan masa depan kami.
dia masih menjadi pribadi yang misterius bagiku, dia belum begitu terbuka tentang dirinya tapi yah dia sudah lebih terbuka dibanding sebelumnya. jika ditanya kenapa aku menyukainya karna dia tau bagaimana peran suami dan istri dalam berkeluarga, dia pekerja keras, mandiri dan sikapnya tidak terlalu berlebihan. hal lainnya juga, aku ingin merasakan bagaimana tinggal diluar negeri dan melihat banyak kebudayaan, walaupun sebenarnya aku masih ragu tentang keinginanku ini, bagaimana jika aku meninggalkan ibuku sejauh itu, aku akan sulit berjumpa dengannya belum lagi aku akan hidup dengan pria yang belum lama kukenal. dan itu akan menjadi pilihan yang menentukan bagaimana hidupku kedepannya. aku memiliki teman - teman yang ingin ketika mereka menikah nanti masih dekat dengan ibu mereka, sedangkan aku berbeda, aku takut aku akan kehilangan ibuku dan memikirkan bagaimana nasib ibuku kelak. yah..itu pikiran jauhku.
sebelum aku berpikir kearah sana, aku akan menceritakan bagaimana hubunganku dengan Don. jujur saja sebenarnya beberapa kali aku yang mengejarnya dan berusaha agar kami tidak saling menghilang, ketika ada masalah dirumahku, aku berharap aku bisa pergi jauh dan aku mengharapkan Don bisa membantuku untuk hal itu. Don pun ketika aku bilang aku ingin pergi dan ingin tinggal bersamanya dia juga menunjukkan bahwa dia ingin aku pergi dan ikut bersamanya. dan itu yang membuatku sedikit penasaran tentangnya.
Kemarin dia memintaku untuk pergi terapi atau ke psikolog untuk melihat apakah ada trauma atau melihat kesehatan mentalku. dia berpikir demian karna dia mengaggapku memiliki insecure atau masalah kepercayaan diri dan trauma masalalu. aku tak tau dia benar - benar ingin mengetahui kondisi kejiwaanku atau hanya membodohiku. aku sudah berkali - kali mengatakan bahwa kecemburuanku adalah normal sebagaiman wanita cemburu, namun dia tetap ingin aku melihat kondisiku mentalku.
aku senang jika dia memang peduli dengan kebaikanku tapi disisi lain aku berpikir dia hanya ingin menutupi kebohongannya dan perlahan meninggalkanku dengan berbagai alasan atau dengan kesalahan-kesalahan yang kuperbuat. entahlah..
aku sudah memasrahkannya pada Allah. aku telah memohon kepada Allah untuk diberikan kekuatan dalam bersabar dan keikhlasan untuk merelakan dan menyadari bahwa dia bukanlah jodohku. telah banyak kekecewaan yang terjadi dan aku berharap jika kekecewaan lain akan datang tidak akan begitu menyakitkan.
aku teringat dibulan desember, mendekati akhir desember dia bertanya padaku, seberapa ingin aku memiliki anak darinya dan dia bilang jika dia datang dia akan menghamiliku. aku cukup kaget dengan rencananya itu. aku ingin dia datang, tapi bukan langsung menghamiliki. itu cukup terdengar cukup berani dan sedikit aneh tapi dia telah jujur dengan keinginannya. aku tak paham mengapa dia berpikir langsung ingin menghamiliku, apakah agar aku benar - benar menjadi miliknya atau hanya seorang pria yang ingin melakukan hubungan sexual semata.
beberapa kali dia memberitahuku tentang bagaimana seharusnya aku dirumah, dia membayangkan jika aku dan dia memiliki anak. itu semua sangat terdengar manis, dan ya itu membuatku lebih menyukainya.
sebelumnya dia begitu sulit mengatakan bahwa dia mencintaku, kini dia telah berulang kali mengatakan bahwa dia mencintaiku dan memperlihatkan keromantisannya. beberapa kali dia membuatku tersenyum sendiri dan tertawa dengan pesan yang dikirimnya.
2 hal yang kukhawatirkan adalah aku mencintai pria yang salah atau aku menyakiti pria yang benar - benar mencintaiku.
aku berdoa jika dia jodohku maka mudahkan kami untuk bersama tapi jika dia bukan jodohku, Allah memberiku kekuatan untuk ikhlas dan menerimanya.