aku tak mengerti dalam beberapa hal kenapa pria pria begitu mudah salah paham tentangku. cuek dinilai tak menginginkan, ramah dianggap murahan. aku sedang dalam fase tidak ingin berharap lebih lagi ke pria. pria yang kulihat alim pun juga bisa menyakiti apalagi pria brengsek.
aku masih percaya tentang cinta. tapi ketika cinta itu hadir dalam hatiku, dia selalu berakhir dengan kekecewaan. hingga aku rehat sejenak untuk mencintai orang lain, dan fokus mencintai diri sendiri. aku menjadi seperti apapun, jika aku bertemu pria yang melihatku salah, aku akan selalu salah. mungkin aku saja yang belum menemukannya.
aku masih menunggu cinta itu. entah kapan cinta sesungguhnya itu hadir, aku masih menunggunya. entah jodoh yang menghampiri atau kematian.
aku berusaha menyembuhkan luka dan mewarnai hidupnya, tapi dia membuat hidupku menjadi abu - abu, membuka lukaku lebih dalam hingga butuh waktu beberapa lama untuk mengobatinya.
aku mencoba menghargai hal hal kecil dan kesederhanaa. tapi mereka malah membuatku seperti tak berarti. aku mencoba menerima apa adanya, tapi mereka malah fokus melihat kekuranganku.
tolong, jangan salahkan aku jika perasaan ini sudah mulai hambar, karena kekecewaan kesekian kali hanya mengajarkanku untuk tidak berharap sedikitpun.