Total Tayangan Halaman
Selasa, 07 Juli 2020
Makkah dan Inggris, apakah aku bisa datang kesana?
malam ini aku kembali mengingat impianku. sebenarnya malam ini seharusnya aku berlatih aplikasi canva dan sejenisnya, tapi aku menyempatkan diriku untuk menulis blog lagi. malam ini sambil berbaring menatap laptop dan mendengarkan ceramah Buya Yahya tentang rezeki.
"kerja kerasmu tidak membuatmu kaya, tapi kita diperintahkan untuk mencari rezeki. sesuai dengan takarannya. bukan mencari rezeki melanggar aturan Allah. tidak meninggalkan perintah Allah. perubahan itu bukan dari manusia. usahamu merupakan bagian dari takdir, tapi bukan untuk merubah takdir.
Senin, 06 Juli 2020
QASAM Hizbut Tahrir (SUMPAH)
Qasam (sumpah) disebut juga al halfa atau al hilfa dan al yamin. Allah SWT telah mensyariatkan qasam untuk menguatkan dan mengukuhkan pernyataan yang menjadi obyek qasam. siapa saja yang hendak meyakinkan suatu perkara kepada orang lain, dia dapat melakukan qasam bagi orang lain tersebut. sebaliknya siapa saja yang ingin mendapatkan keyakinan dari pihak lain dalam suatu perkara, pihak lain ini dapat diminta melakukan qasam.
qasam hukum asalnya mubah, sesuai sabda Rasulullah SAW :
"Demi Allah, sesungguhnya aku tidak bersumpah atas suara perkara, lalu aku melihat ada yang lebih baik daripada perkara itu, kecuali aku menebus sumpahku dan mengambil perkara yang lebih baik itu."
jadi qasam itu hukumnya mubah, sebab kalau qasam itu wajib, niscaya Rasulullah SAW tidak akan meninggalkan qasamnya untuk mengambil perkara yang lebih baik. tetapi bila qasam dimaksudkan untuk melaksanakan suatu kewajiban, yang tak akan terwujud sempurna kecuali dengan qasam, maka hukumnya menjadi wajib. ini berdasarkan kaidah syara ':
" segala sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak terwujud sempurna, maka sesuatu itu hukumnya wajib pula."
misalnya, ada seseorang yang dituduh dengan tuduhan batil yang dapat membuatnya dijatuhi hukuman mati. sementara itu ada kesaksian dari orang lain yang bisa menyelamatkannya dari hukuman mati. namun hakim tidak bersedia menerima kesaksiannya, kecuali dengan qasam. dalam kondisi seperti ini, qasam menjadi wajib atas orang tersebut, demi menyelamatkan orang yang tidak bersalah dari hukuman mati. sebab menyelamatkan orang yang tak bersalah dari hukuman mati adalah wajib. dan bila kewajiban ini tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu (dalam hal ini qasam), maka sesuatu itu menjadi wajib pula hukumnya.
atas dasar itu, maka jamaah manapun yang sedang melaksanakan suatu kewajiban, dibolehkan menurut syara' menetapkan syarat - syarat tertentu bagi orang yang akan bergabung dengannya. dibolehkan pula memintanya berqasam agar terikat dengan syarat - syarat tersebut, untuk memastikan kejujurannya kepada jamaah tersebut serta memelihara dan menjaga institusi jamaah.
barang siapa telah berqasam, dia wajib mengikatkan diri dengan syarat - syarat tersebut beserta konsekuensi - konsekuensi yang ditunjukkan oleh lafadz qasam. haram baginya tidak terikat dengan syarat - syarat dan konsekuensi - konsekuensi qasam tersebut.
mengenai melepaskan diri dari qasam - yaitu meninggalkan jamaah setelah melakukan qasam- hukumnya sebagai berikut: jika melepaskan qasam berarti meninggalkan kewajiban, maka hukumnya haram, meskipun dilakukan penebusan qasam (kaffarah). sebab, melaksanakan kewajiban adalah wajib, sedang meninggalkan kewajiban adalah haram. tetapi jika melepaskan qasam adalah untuk berjuang dengan jamaah lain, yang dipandang sebagai jamaah yang lebih baik, maka hukumnya adalah mubah. setelah itu harus menebus qasam. jika jamaah yang itu dipandang sebagai jamaah yang benar ( sedang jamaah lainnya tidak benar), maka hukumnya wajib melepaskan qasam dan wajib pula bergabung dengan jamaah lain tersebut. setelah itu wajib menebus qasam.
berdasarkan uraian diatas, maka Hizb kemudian menetapkan syarat bagi siapa saja dari kalangan syabab yang telah diputuskan kelayakannya untuk menjadi anggota Hizb, agar mengucapkan qasam tertentu. tujuannya adalah supaya Hizb dapat meyakini kejujuran dan keikhlasannya, dapat menjamin kesatuan dan kekuatan Hizb, serta supaya syabab tersebut mengikatkan diri secara sungguh - sungguh dengan makna - makna yang terkandung dalam qasam.
berikut ini penjelasan mengenai makna - makna yang terkandung dalam qasam Hizb
1. setiap syabab yang menjadi anggota Hizb haruslah menjadi orang yang menjaga islam dengan penuh amanah (Haarisan Amiinan lil Islam). Artinya, dia adalah seorang pengawas atau pengontrol kondisi masyarakat.
qasam hukum asalnya mubah, sesuai sabda Rasulullah SAW :
"Demi Allah, sesungguhnya aku tidak bersumpah atas suara perkara, lalu aku melihat ada yang lebih baik daripada perkara itu, kecuali aku menebus sumpahku dan mengambil perkara yang lebih baik itu."
jadi qasam itu hukumnya mubah, sebab kalau qasam itu wajib, niscaya Rasulullah SAW tidak akan meninggalkan qasamnya untuk mengambil perkara yang lebih baik. tetapi bila qasam dimaksudkan untuk melaksanakan suatu kewajiban, yang tak akan terwujud sempurna kecuali dengan qasam, maka hukumnya menjadi wajib. ini berdasarkan kaidah syara ':
" segala sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak terwujud sempurna, maka sesuatu itu hukumnya wajib pula."
misalnya, ada seseorang yang dituduh dengan tuduhan batil yang dapat membuatnya dijatuhi hukuman mati. sementara itu ada kesaksian dari orang lain yang bisa menyelamatkannya dari hukuman mati. namun hakim tidak bersedia menerima kesaksiannya, kecuali dengan qasam. dalam kondisi seperti ini, qasam menjadi wajib atas orang tersebut, demi menyelamatkan orang yang tidak bersalah dari hukuman mati. sebab menyelamatkan orang yang tak bersalah dari hukuman mati adalah wajib. dan bila kewajiban ini tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu (dalam hal ini qasam), maka sesuatu itu menjadi wajib pula hukumnya.
atas dasar itu, maka jamaah manapun yang sedang melaksanakan suatu kewajiban, dibolehkan menurut syara' menetapkan syarat - syarat tertentu bagi orang yang akan bergabung dengannya. dibolehkan pula memintanya berqasam agar terikat dengan syarat - syarat tersebut, untuk memastikan kejujurannya kepada jamaah tersebut serta memelihara dan menjaga institusi jamaah.
barang siapa telah berqasam, dia wajib mengikatkan diri dengan syarat - syarat tersebut beserta konsekuensi - konsekuensi yang ditunjukkan oleh lafadz qasam. haram baginya tidak terikat dengan syarat - syarat dan konsekuensi - konsekuensi qasam tersebut.
mengenai melepaskan diri dari qasam - yaitu meninggalkan jamaah setelah melakukan qasam- hukumnya sebagai berikut: jika melepaskan qasam berarti meninggalkan kewajiban, maka hukumnya haram, meskipun dilakukan penebusan qasam (kaffarah). sebab, melaksanakan kewajiban adalah wajib, sedang meninggalkan kewajiban adalah haram. tetapi jika melepaskan qasam adalah untuk berjuang dengan jamaah lain, yang dipandang sebagai jamaah yang lebih baik, maka hukumnya adalah mubah. setelah itu harus menebus qasam. jika jamaah yang itu dipandang sebagai jamaah yang benar ( sedang jamaah lainnya tidak benar), maka hukumnya wajib melepaskan qasam dan wajib pula bergabung dengan jamaah lain tersebut. setelah itu wajib menebus qasam.
berdasarkan uraian diatas, maka Hizb kemudian menetapkan syarat bagi siapa saja dari kalangan syabab yang telah diputuskan kelayakannya untuk menjadi anggota Hizb, agar mengucapkan qasam tertentu. tujuannya adalah supaya Hizb dapat meyakini kejujuran dan keikhlasannya, dapat menjamin kesatuan dan kekuatan Hizb, serta supaya syabab tersebut mengikatkan diri secara sungguh - sungguh dengan makna - makna yang terkandung dalam qasam.
berikut ini penjelasan mengenai makna - makna yang terkandung dalam qasam Hizb
1. setiap syabab yang menjadi anggota Hizb haruslah menjadi orang yang menjaga islam dengan penuh amanah (Haarisan Amiinan lil Islam). Artinya, dia adalah seorang pengawas atau pengontrol kondisi masyarakat.
Kamis, 02 Juli 2020
Kamu tidak sendiri, aku juga korban buly
kali ini, malam ini. setiap menulis tentang kehidupan aku membutuhkan waktu yang tenang untuk mendalami setiap kejadian yang terjadi. sebenarnya sifat susah bergaulku dari dulu, semenjak smp akhir, sma, dan sampai saat ini. semua kejadian yang aku alami dari kecil hingga dewasa selalu hadir dalam ingatanku dan membentuk karakterku. mungkin aku seorang introvert, sebenanrya aku tidak begitu peduli apakah aku introvert atau bukan. aku hanya memiliki kebiasaan menikmati kesendirianku dan lebih memilih sendiri dibanding berkelompok. sering sekali timbul pertanyaan dalam diriku sendiri, apakah aku aneh?
uang, popularitas, jabatan, mungkin beberapa orang sangat menginginkan itu, tapi keinginanku dari dulu hingga sekarang adalah aku ingin memiliki sahabat dekat yang bisa dipercaya, mendukung dan berbagi cerita. kadang iri rasanya melihat teman - teman lain bisa ngobrol asyik sama teman - teman lain, kok mereka pintar yah bergaul? kok mereka pintar yah komunikasi? kok aku ngak bisa sih seperti mereka? mungkin karena aku ngak sepintar dan secantik mereka? atau apa?
apakah semua pertanyaan itu berawal dari masa kecil aku yang selalu dibuly dan dimarahi? semua memory sering muncul tanpa aku memintanya untuk hadir. semenjak sd aku memang bukan anak yang populer. tapi nilai - nilaiku termaksud bagus, dikelas 6 nilaiku melonjak tinggi dan guru - guru mengapreasi. itu merupakan momen terbaik dalam hidupku, hal itu yang kuingat ketika aku terpuruk atau mengingat segala kegagalan dan bulyan yang kuterima. di SMP aku masuk sekolah negeri yang termaksud unggulan. disana nilai - nilai ku mulai menurun dan bulyan begitu sering kuterima. aku tak paham mengapa dimasa remaja seperti itu, anak - anak begitu pandai membuly temannya sendiri? terutama wanita yang memiliki paras tidak cantik, hitam, pendek, yah..itulah aku. apakah aku tidak bersyukur? aku bersyukur dengan segala kumiliki, aku hanya selalu heran, mata diciptakan untuk melihat keindahan dan segala hal didunia ini, tapi mereka yang hidupnya penuh dengan kesombongannya menggunakan matanya hanya untuk menghina ciptaan Allah. jika manusia tidak diberikan mata, mungkin mereka bisa menilai sesuatu itu baik atau tidak dari tingkah lakunya bukan fisiknya, itu adalah pemikiran ngawurku. kesalahan bukan ada dimata, tapi dari mereka yang menyalahgunakannya.
Di SMP dari kelas satu hingga kelas tiga, hidupku penuh dengan bulyan. hingga dikelas tiga menurutku adalah moment terbuly dalam hidupku. jika dikelas sebelumnya aku masih memiliki beberapa teman, lebih dari dua teman. dikelas tiga ini aku hanya memiliki satu teman dekat, dan teman dekatku itupun adalah korban bulyyan juga. jadi cocoklah kami duduk berdua bersama, korban utama buly. sampai sekarang aku tak paham mengapa aku dibuly, padahal sepanjang hidupku aku tak pernah menghina seorang. saat tugas berkelompok kami hanya berdua, saat dibuly, hanya kami berdua, seperti disaat itu kami berdualah wanita terjelek dikelas itu. yang membulypun sebenarnya bukan anak yang tampan juga. uuppss...
saat itu aku sempat tidak masuk sekolah karena aku sedih selalu dibuly. aku bersembunyi dibalik tirai dapur hingga sekitar jam 9 pagi agar orang tuaku tidak melihatku tidak masuk sekolah. jadi pagi - pagi aku sudah memakai baju seragam dan tas, tapi sebenarnya aku tidak pergi, aku hanya bersembunyi. (menarik nafas)........., untuk kalian yang tidak pernah dibuly, kalian sangat beruntung. bersyukurlah atas hal itu, karena buly itu sebenarnya seperti membunuh seseorang. mematikan harapan dan merusak mental.
Lanjut di SMA. bullyan itu masih ada, masih keras, dan masih soal fisik. tapi kali ini wanita membuly wanita karena dikelasku wanita sangat banyak. tapi teman dekatku lebih banyak, sehingga aku tak merasa begitu sendiri. panjang sekali cerita tentang bullyan jika aku ceritakan. semua bullyan yang kuterima di SMP dan SMA memberiku kecemasan dan ketakutan disuatu lingkungan, bahwa aku akan dibully lagi, aku akan dijauhi lagi, aku tidak pantas berteman, mereka cantik, keren, sedangkan aku hanya korban bully. dan akhirnya aku memilih menjaga jarak dan sulit berkomunikasi, padahal orang - orang yang kutemui bukanlah pembuly.
apa sebenarnya gunanya aku menceritakan dan memberitahu orang lain tentang kisah hidup ku? aku tak pernah menceritakan detail pengalaman bulyanku terhadap keluarga, sahabat dekat atau lain. kenapa diblog ini? karena mungkin kalian yang membaca ini jika kalian yang pernah dibuly, kalian tau bahwa kalian bukan orang satunya - satunya yang pernah dibuly. dan untuk jika kalian para pembuly, sebaiknya kalian sadar dengan kesalahan kalian. beberapa dari kalian menganggap bulyan itu seperti lelucon, candaan, dan hanya hiburan, tapi bagi kami, korban kalian, itu seperti pisau tajam yang kalian tusukan berulang kali.
semakin dewasa ini, dan semakin sering membaca buku, artikel dan pengalaman - pengalaman, bagiku buly bukan hal utama lagi. kali ini aku berusaha berdamai dengan cerita-cerita masa laluku, fokus dengan segala tujuan hidupku, dan semakin memahami tentang hakikat kehidupan. hidup sebenarnya bukanlah didunia ini, tapi diakhirat kelak. mungkin dengan bulyan itu aku menjadi pribadi yang tidak mudah menghina orang lain. lebih menghargai orang lain.
satu hal yang paling meyakinkan dan menguatkanku adalah, Ada Allah..tenang ada Allah. Allah tidak melihat fisikmu, tapi Allah menilai amalmu. hanya padaNya kamu berserah diri dan meminta segala hal. dunia hanyalah fana. kecantikan akan pudar dimakan usia, semuanya akan hilang ditelan waktu. tidak ada yang abadi didunia ini. apa yang kamu kejar? apa yang kamu cari? apa yang kamu dambakan? apa yang kamu sedihkan? inilah dunia. sedih itu ujian tapi kesenangan juga ujian.
semakin sedih semakin mendekat, semakin senang juga semakin mendekat. mendekat hanya kepada Allah yang maha pengasih dan penyayang.
Rabu, 01 Juli 2020
Apa itu Avoidant Personality Disorder?
Apa itu Avoidant Personality Disorder?
malam ini aku sengaja nyari di google tentang kelainan kejiwaan, karena aku ngerasa ada yang salah dari kejiwaan atau kepribadian aku. aku pengen banget sebenarnya ke psikiater buat ngecek, apa sih sebenarnya yang salah sama aku? karna kalau aku pikir - pikir aku ngak ngerugiin orang, andaikan aku salah, aku langsung minta maaf dan mencoba memperbaiki kesalahan yang sudah ku perbuat, aku juga ngak suka ngomongin orang dan aku termaksud orang yang care, maaf yah bukan bermaksud membanggakan diri, tapi kadang aku berpikir apa sih yang salah disikap aku sampai orang-orang memperlakukan aku ngak adil?
aku sebenarnya bukan orang yang anti sosial banget, bukan pemalu banget, tapi akhir-akhir ini aku menemukan diriku aku seperti orang yang anti sosial, rendah diri banget, males bicara, mudah ngak enakan, mudah menyalahkan diri sendiri, kalau menyalahkan diri sendiri kebiasaan dari dulu. sebenarnya ada alasan kenapa aku sering nyalahin diri sendiri, karena dalam pikiran aku, aku harus terus instropeksi diri, dan aku termaksud orang mudah banget minta maaf walaupun sebenarnya aku ngak salah. setelah aku pelajari sering minta maaf itu juga ngak baik, kita harus tegas untuk mengatakan hal yang benar - dan salah.
kembali ke awal, apa bener yah aku mengidap APD (Avoidant Personality Disorder)?? karena hari ini aku bener-bener sedih sama kejadian yang kualami hari ini. aku harus menemukan jawaban dari akar permasalahan aku. aku capek banget hidup dalam rasa bersalah, menyalahkan diri sendiri, dan diperlakukan ngak adil. memang ngak ada manusia yang bener - bener bisa adil didunia ini, tapi manusia bisa kan ngak membeda - bedakan orang?. aku selalu bertanya - tanya gitu, apa sih yang harus aku perbaiki dari diri aku? aku capek menjadikan diriku sebagai korban dari ketidakadilan, korban dari keadaanku yang dulu, penolakan, penghinaan dan segala macam kejelekan yang aku terima dulu. kenapa aku harus menanggung kesedihan dari kesalahan orang lain? orang lain yang berbuat salah, kenapa harus aku yang menanggung kesedihan dan menjadikan diri aku sendiri korban selama bertahun-tahun lamanya? aku harus mengasihani diri aku sendiri. mungkin aku terlalu peka terhadap kesedihan orang lain, tapi aku lupa kalau diri aku sendiri sudah terlalu dalam. maaf agak lebay yah..ehh minta maaf lagi, kebiasaan memang susah banget diubah.
nah, akhirnya aku ketemu beberapa article tentang Avoidant Personality Disorder. dimana kesimpulannya APD adalah sebuah pola perilaku yang terkait dengan hambatan sosial. orang-orang yang mengalami ini biasanya merasa terasing, takut ditolak hingga akhirnya cenderung menjauhi dari kelompok. gejala-gejalanya antara lain :
- perasaan tidak mampu
- hipersensitif terhadap kritik dan evaluasi negatif
- cemas saat mengatakan sesuatu atau menjelaskan tentang sesuatu
- selalu ingin disukai banyak orang
- menghindari situasi tertentu karena takut ditolak
- menghindari interaksi dalam sebuah forum atau diskusi
- kurang tegas
- melihat diri sendiri sebagai orang yang tidak kompeten dalam hal sosial
- kurang percaya kepada orang lain
- mengisolasi diri sendiri
- menghindari konflik
- menghindari membuat keputusan besar
- waspada terhadap ketidaksetujuan dan penolakan
- mudah terluka oleh kritik
- tidak ada teman dekat atau jejaring sosial
- tidak mau mencoba hal baru
- takut dan tegang
- sering salah menafsirkan situasi tertentu, sebagai hal yang negatif
(Sumber : theAsianparentindonesia)
banyak banget gejalanya yah..diantara 19 tanda diatas, 12 ada diaku semua. selama ini aku sering banget nyalahin diri aku sendiri. mau aku yang bener atau salah. trus semakin kesini aku semakin sulit menyampaikan pendapat karena aku males buat konflik, dan semakin sulit bicara karena takut salah ngomong dan dianggap jelek. huffttt..parahnya lagi lingkungan ngak nyadar dan mencoba memahami keadaan kita atau malah memperburuk keadaan kita. bukannya ditemenin malah dijauhin, pengen diperhatiin malah dicuekkin, pengen dianggap bagus malah diremehin, pengen didengar tapi ngak ada orang yang dipercaya. itulah kalau bergantung sama manusia, pasti kecewa.
gimana yah, kalau kita cuman berharap orang buat ngertiin kita, sampai kapan? nyalahkan orang lain juga ngak menyelesaikan masalah. jadi aku harus gimana?? okay..yang aku tau sekarang, menurut ciri-ciri diatas aku termaksud memiliki pola perilaku APD. hal pertama yang aku lakuin adalah aku menyadari diri aku bahwa aku termaksud kategori tersebut. terus kalau nyadar mau ngapain? terima aja dulu diri kita, ngak salah kok kalau kita APD, seenggaknya kita tau permasalahan kita selama ini apa? ngak ada manusia yang sempurna didunia ini, kecuali Rasul dan Nabi. terima diri kita, pahami diri kita, kasihani diri kita. maksudnya kasihani gimana? tambah rendah diri donk..? ngak maksudnya kalau kita kasihan sama diri kita berarti harus peduli sama diri kita sendiri, kita ngak mau kan menyakiti dan menyalahkan diri kita terus, diri kita berhak dibela dan dihargai, walaupun orang lain ngak menghargai diri kita, masa kita ikutan ngak menghargai diri kita sendiri? tambah hancurlah kita. yang nanya gue..yang jawab gue sendiri?? aneh ngak sihh?? ahh biarin ajaa yang penting kalian baca kan?
setelah menyadari diri kita, menerima dan peduli terhadap diri kita sendiri, sekarang kita menuju apa yang sebaiknya kita lakukan, apa yang harus kita ubah atau perbaiki? lagi-lagi aku nyari di google..tapi menurut aku bener. karena apa sebenarnya semua tergantung mindset yang yang ada dipikiran kita. jadi kalau kita mau memperbaiki pola perilaku yahh ubah cara berpikir kita dulu.
5 mindset ini yang perlu kita perbaiki :
1. takut akan kritik dan penolakan
kita butuh kritik dalam hidup kita agar taraf dan kualitas kita membaik. intinya jangan takut kritik, salah itu wajar, banyak salah yah wajar, yang penting kita sudah berusaha. ingat nobody's perfect.
2. hilang kepercayaan diri
setiap orang itu punya kekurangan dan kelebihan. fokus aja ke kelebihan kita dan ngak fokus menyalahkan diri karena kekurangan yang kita miliki. kadang kita itu sering banget membandingkan diri kita sama orang lain. orang lain lebih sukses, lebih cantik, pintar, dan kita menilai diri kita ngak ada apa-apanya. dan itu semua cuman membuat kita semakin ngak percaya diri. padahal setiap orang itu beda. punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. jadi fokus aja kediri kita sendiri, kalau kita lebih sukses jangan sombong, kalau belum sukses yah ikhtiar, tawakal. intinya yakin aja.
3. berlebihan dalam menginterprestasikan setiap peristiwa
okay..setiap orang itu pernah melakukan salah, termaksud diri kita sendiri, dan kalau masih ada waktu kita masih bisa kok memperbaiknya. kesalahan itu adalah momen yang berharga dan ngak perlu menganggapnya berlebihan. yahh..termaksud aku banget ini. suka melebih-lebihkan sesuatu. termaksud kesalahan aku sendiri, aku memang harus belajar mencintai diri aku sendiri.
4. memiliki rasa malu hingga tak wajar
rasa malu tak perlu ditunjukkan dalam kondisi yang mengharuskan kita banyak belajar. ingat...kalau mau banyak tau, mau belajar jangan malu..! malulah pada tempatnya..! ngomong sama siapa sih gue?? iya sama lue..luee..gue sendiri. ngak perlu malu kalau belajar. salah itu wajar. dianggap jelek itu wajar. intinya kita berusaha berkembang lebih baik.
5. menghindari interaksi dengan orang lain
rasa takut akan penolakan, traumatis terhadap kritikan dari orang lain yang nahan kita buat sosialisasi. dan itu mempertebal egoisme diri kita dan buat kita jadi kurang peduli sama lingkungan. sulit mendapatkan teman, pasangan hubungan sama keluarga juga sulit. apa yahh..,, sebenarnya siapa sih yang ngak mau punya banyak teman? pasangan apa lagi? hubungan keluarga harmonis dan terbuka? mungkin disini maksudnya kita harus melawan egoisme yang ada dalam diri kita. mencoba berkomunikasi, berinteraksi, mungkin sulit tapi sedikit sedikit aja dulu, yang penting ngomong.
intinya kita harus peduli terhadap diri kita sendiri, buang rasa takut salah, malu, dan selalu merasa bersalah dan bersikap tegas.
rezeki, jodoh itu Allah yang atur, bukan manusia. kalau kita selalu menganggap diri kita bersalah terus sama manusia kita ngak akan menemukan kebenaran yang sebenarnya. bersalah itu sama Allah, bukan sama manusia. kalau kita sudah minta maaf yah sudah. jangan berlebihan dan berpikir negatif. ingat setiap orang itu punya kekurangan dan kelebihan. fokus kekelebihan kita. selama didunia ini kita belajar, jadi kalau kita malu terus kapan kita mau belajar. ini bukan tentang menjadi lebih hebat atau sukses, ini tentang menjadi lebih baik dari sebelumnya. bukan membandingkan diri kita dengan orang lain.
terima diri, peduli diri, kasihani diri, banyak belajar, dan fokus dengan tujuan kita. bergantung hanya kepada Allah. Allah maha baik.
Langganan:
Postingan (Atom)


