Total Tayangan Halaman

Kamis, 02 Juli 2020

Kamu tidak sendiri, aku juga korban buly



kali ini, malam ini. setiap menulis tentang kehidupan aku membutuhkan waktu yang tenang untuk mendalami setiap kejadian yang terjadi. sebenarnya sifat susah bergaulku dari dulu, semenjak smp akhir, sma, dan sampai saat ini. semua kejadian yang aku alami dari kecil hingga dewasa selalu hadir dalam ingatanku dan membentuk karakterku. mungkin aku seorang introvert, sebenanrya aku tidak begitu peduli apakah aku introvert atau bukan. aku hanya memiliki kebiasaan menikmati kesendirianku dan lebih memilih sendiri dibanding berkelompok. sering sekali timbul pertanyaan dalam diriku sendiri, apakah aku aneh?

uang, popularitas, jabatan, mungkin beberapa orang sangat menginginkan itu, tapi keinginanku dari dulu hingga sekarang adalah aku ingin memiliki sahabat dekat yang bisa dipercaya, mendukung dan berbagi cerita. kadang iri rasanya melihat teman - teman lain bisa ngobrol asyik sama teman - teman lain, kok mereka pintar yah bergaul? kok mereka pintar yah komunikasi? kok aku ngak bisa sih seperti mereka? mungkin karena aku ngak sepintar dan secantik mereka? atau apa?

apakah semua pertanyaan itu berawal dari masa kecil aku yang selalu dibuly dan dimarahi? semua memory sering muncul tanpa aku memintanya untuk hadir. semenjak sd aku memang bukan anak yang populer. tapi nilai - nilaiku termaksud bagus, dikelas 6 nilaiku melonjak tinggi dan guru - guru mengapreasi. itu merupakan momen terbaik dalam hidupku, hal itu yang kuingat ketika aku terpuruk atau mengingat segala kegagalan dan bulyan yang kuterima. di SMP aku masuk sekolah negeri yang termaksud unggulan. disana nilai - nilai ku mulai menurun dan bulyan begitu sering kuterima. aku tak paham mengapa dimasa remaja seperti itu, anak - anak begitu pandai membuly temannya sendiri? terutama wanita yang memiliki paras tidak cantik, hitam, pendek, yah..itulah aku. apakah aku tidak bersyukur? aku bersyukur dengan segala kumiliki, aku hanya selalu heran, mata diciptakan untuk melihat keindahan dan segala hal didunia ini, tapi mereka yang hidupnya penuh dengan kesombongannya menggunakan matanya hanya untuk menghina ciptaan Allah. jika manusia tidak diberikan mata, mungkin mereka bisa menilai sesuatu itu baik atau tidak dari tingkah lakunya bukan fisiknya, itu adalah pemikiran ngawurku. kesalahan bukan ada dimata, tapi dari mereka yang menyalahgunakannya.

Di SMP dari kelas satu hingga kelas tiga, hidupku penuh dengan bulyan. hingga dikelas tiga menurutku adalah moment terbuly dalam hidupku. jika dikelas sebelumnya aku masih memiliki beberapa teman, lebih dari dua teman. dikelas tiga ini aku hanya memiliki satu teman dekat, dan teman dekatku itupun adalah korban bulyyan juga. jadi cocoklah kami duduk berdua bersama, korban utama buly. sampai sekarang aku tak paham mengapa aku dibuly, padahal sepanjang hidupku aku tak pernah menghina seorang. saat tugas berkelompok kami hanya berdua, saat dibuly, hanya kami berdua, seperti disaat itu kami berdualah wanita terjelek dikelas itu. yang membulypun sebenarnya bukan anak yang tampan juga. uuppss...

saat itu aku sempat tidak masuk sekolah karena aku sedih selalu dibuly. aku bersembunyi dibalik tirai dapur hingga sekitar jam 9 pagi agar orang tuaku tidak melihatku tidak masuk sekolah. jadi pagi - pagi aku sudah memakai baju seragam dan tas, tapi sebenarnya aku tidak pergi, aku hanya bersembunyi. (menarik nafas)........., untuk kalian yang tidak pernah dibuly, kalian sangat beruntung. bersyukurlah atas hal itu, karena buly itu sebenarnya seperti membunuh seseorang. mematikan harapan dan merusak mental.

Lanjut di SMA. bullyan itu masih ada, masih keras, dan masih soal fisik. tapi kali ini wanita membuly wanita karena dikelasku wanita sangat banyak. tapi teman dekatku lebih banyak, sehingga aku tak merasa begitu sendiri. panjang sekali cerita tentang bullyan jika aku ceritakan. semua bullyan yang kuterima di SMP dan SMA memberiku kecemasan dan ketakutan disuatu lingkungan, bahwa aku akan dibully lagi, aku akan dijauhi lagi, aku tidak pantas berteman, mereka cantik, keren, sedangkan aku hanya korban bully. dan akhirnya aku memilih menjaga jarak dan sulit berkomunikasi, padahal orang - orang yang kutemui bukanlah pembuly.

apa sebenarnya gunanya aku menceritakan dan memberitahu orang lain tentang kisah hidup ku? aku tak pernah menceritakan detail pengalaman bulyanku terhadap keluarga, sahabat dekat atau lain. kenapa diblog ini? karena mungkin kalian yang membaca ini jika kalian yang pernah dibuly, kalian tau bahwa kalian bukan orang satunya - satunya yang pernah dibuly. dan untuk jika kalian para pembuly, sebaiknya kalian sadar dengan kesalahan kalian. beberapa dari kalian menganggap bulyan itu seperti lelucon, candaan, dan hanya hiburan, tapi bagi kami, korban kalian, itu seperti pisau tajam yang kalian tusukan berulang kali.

semakin dewasa ini, dan semakin sering membaca buku, artikel dan pengalaman - pengalaman, bagiku buly bukan hal utama lagi. kali ini aku berusaha berdamai dengan cerita-cerita masa laluku, fokus dengan segala tujuan hidupku, dan semakin memahami tentang hakikat kehidupan. hidup sebenarnya bukanlah didunia ini, tapi diakhirat kelak. mungkin dengan bulyan itu aku menjadi pribadi yang tidak mudah menghina orang lain. lebih menghargai orang lain.

satu hal yang paling meyakinkan dan menguatkanku adalah, Ada Allah..tenang ada Allah. Allah tidak melihat fisikmu, tapi Allah menilai amalmu. hanya padaNya kamu berserah diri dan meminta segala hal. dunia hanyalah fana. kecantikan akan pudar dimakan usia, semuanya akan hilang ditelan waktu. tidak ada yang abadi didunia ini. apa yang kamu kejar? apa yang kamu cari? apa yang kamu dambakan? apa yang kamu sedihkan? inilah dunia. sedih itu ujian tapi kesenangan juga ujian.

semakin sedih semakin mendekat, semakin senang juga semakin mendekat. mendekat hanya kepada Allah yang maha pengasih dan penyayang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar