Total Tayangan Halaman
Rabu, 30 Desember 2020
Bye 2020 welcome 2021
Minggu, 20 Desember 2020
Memories on 2020
20 Desember 2020
di penghujung tahun ini aku kembali merangkai cerita - cerita yang terjadi ditahun ini. ini adalah tahun yang cukup sulit. banyak fenomena yang terjadi diluar perkiraan dan pemikiran. tahun ini mengingatkanku tentang mimpi - mimpi yang seharusnya aku usahakan untuk ku gapai. mungkin bukan hanya mimpi tapi tentang tujuan hidupku. tentang pekerjaan, keluarga, dan hal - hal yang tak begitu kupikirkan. kini semua itu menjadi rencanaku ditahun depan. tepatnya ditahun 2021.
banyak yang kulewatkan ditahun ini. aku yang sudah semakin dewasa dan seharusnya menata hidup dan membuat banyak rencana. mungkin ini cukup terlambat, tapi mungkin keterlambatan ini terdapat alasan mengapa ini semua terjadi. tapi ini lah proses. tidak ada kata terlambat selama kita ingin melakukan perubahan. this is not about other people, but this is about you. inilah yang disebut proses. proses tentang diri kita yang sebelumnya dan diri kita yang sekarang. ini bukan cepat atau lambat, tapi ini tentang keseriusan dan penghargaan diri. menerima dan memaafkan diri, mengubah mindset yang selama ini salah dan serius tentang yang ingin dicapai dan diperjuangkan. I know this is not easy, but don't forget its about process. biarkan semua hasilnya Allah yang menentukan, tanggung jawabmu hanya lah berupaya dan berdoa. kegagalan dan keberhasilan adalah pandangan manusia, the most important is what will you do for your future and don't compare your life with others. hidupmu adalah tentang dirimu. dan kamu bertanggung jawab tentang hidup yang kamu jalani. sekali lagi aku katakan, ini bukanlah hal yang mudah, tapi ini adalah proses yang harus dijalani.
tentang rasa, rasa untuk mencintai rasa - rasanya seperti tidak begitu candu. semenjak menjauh darinya. tidak ada rasa ingin mengenal dan menaruh hati lagi. hati ini masih tertambat padanya. rasa ini disebabkan karena kekewaan yang begitu mendalam kepada seseorang yang sangat dicintai. aku sangat mencintainya, tapi aku juga sangat membencinya. bagaimana bisa aku membenci orang yang sangat kucintai. itulah kekecewaan, kesedihan, kemarahan dan cinta yang bercampur aduk. ini bukan hanya tentang kekecewaanku padanya tapi juga tentang kekecewaan pada diriku sendiri. mengapa aku bisa begitu bodoh dan lemah. karena cinta ini, membuat sebagian hidupku cukup berubah.
aku tak tau apa kata yang tepat saat ini. bukan kehilangan arah, bukan kehilangan semangat, hanya tanpanya aku merasa hari - hari yang kujalani tak berwarna. mungkin aku bisa mencari teman baru, namun aku sudah kehilangan rasa untuk mengenal orang baru lagi. disisi lain aku telah kehilangannya, tapi disisi lain, aku belum ingin mengenal orang baru, namun aku butuh orang lain untuk membuat hidupku lebih hidup. sampai saat ini masih berupaya untuk melupakannya. mungkin lebih tepatnya bukan untuk melupakannya tapi membuatku untuk tidak mencari tau lagi tentangnya. masih beberapa malam ini, ia hadir dipikiranku. dan setiap memikirkannya, hanyalah kesedihan yang kudapatkan.
what will happen next year? I dont know. aku ingin segala mimpi dapat terjadi ditahun 2021. 2021 lebih baik dibanding tahun 2020.
Sabtu, 05 Desember 2020
Yang tulus yang disakiti
Sabtu pukul 20.19
Alhamdulillah, malam ini Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat mama yang paling baik, cantik dan sabar. hal yang paling ku ingat minggu - minggu ini adalah saat mama menyusulku di motor hanya untuk mengantarkanku sambel. mama paling tau bahwa aku sangat suka makanan pedas, karenanya dengan terburu - buru ia menyusulku. mampu kah aku menjadi seorang ibu sepertinya? yang penuh kelembutan dan kesabaran. aku yang sebagai anak yang sering merasa lebih pintar, tidak perhatian dan kadang pemarah ini, merasa sangat berdosa, ketika mengingat semua hal - hal yang kulakukan padanya. Motivasi hidupku salah satunya adalah membahagiakannya. aku tidak ingin melihatnya sedih atau pusing dengan keadaanku. aku tau begitu berat menghadapi dan menghidupi lima anak seorang diri. lima anak dengan berbagai macam karakter. ia terlihat lemah juga rapuh namun dibalik itu semua ia adalah sosok yang sangat kuat. Ya Allah, mampukan hambaMu ini membahagiakannya di dunia dan di akhirat. hanya ia lah yang hamba miliki saat ini.
saat ini aku sedang dihadapkan dengan dilema pekerjaan. ingin rasanya aku berhenti ditempat kerjaku sekarang. bukan karena aku tidak menyukai anak-anak, hanya saja perlakuan yang aku terima dari pimpinanku. beberapa kali aku menemukan bahwa aku diperlakukan tidak adil dan semaunya. sampai sekarang aku belum paham kesalahan apa yang kuperbuat padanya hingga ia tidak menyukaiku. aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui seseorang menyukaiku atau tidak. aku sudah berusaha melakukan pekerjaan yang diberikan dengan baik, namun pandangannya tentang tak sebaik yang ku inginkan. bukan pujian yang kuinginkan, aku hanya ingin diperlakukan adil dan jelas. aku sudah berkali - kali berusaha melupakan semua hal yang kualami, kuharap mungkin itu hanya perasaanku saja, namun semakin hari, yang kuterima tak berubah. aku berusaha memperbaiki kesalahanku, namun mereka tetap saja menganggapku tak berubah. apakah aku membutuhkan apreasi dari mereka? tidak. aku hanya ingin mereka memperlakukanku sebagaimana guru dengan keadilan dan kejelasan.
aku tak pernah menginginkan keburukan terhadap sesuatu. apapun yang membuatku bahagia atau yang menyakiti perasaanku, aku selalu berharap yang terbaik. doa yang terbaik untuk mereka. aku tak tau bagaimana hidupku kedepannya. aku hanya yakin Allah maha mengetahui dan Allah tidak maha kaya. hanya Allah yang ku percaya saat ini. jika aku masih hidup artinya aku masih punya rezeki, jika rezeki sudah tidak ada untukku, artinya waktu hidupku didunia telah selesai. dan hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. aku tidak bisa membuat semua orang menyukaiku, aku hanya mampu tidak membenci dan memaafkan. aku hanyalah seorang hamba biasa yang banyak dosa. mungkin dosaku akan berkurang dengan memaafkan. ketulusan yang aku berikan bukan untuk dinilai manusia namun Ridho Allah. entah seberapa sering tersakiti namun niat baikku tak pernah hilang. biarkan manusia tak melihat, namun Allah maha melihat.