Total Tayangan Halaman

Sabtu, 05 Desember 2020

Yang tulus yang disakiti

Sabtu pukul 20.19

Alhamdulillah, malam ini Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat mama yang paling baik, cantik dan sabar. hal yang paling ku ingat minggu - minggu ini adalah saat mama menyusulku di motor hanya untuk mengantarkanku sambel. mama paling tau bahwa aku sangat suka makanan pedas, karenanya dengan terburu - buru ia menyusulku. mampu kah aku menjadi seorang ibu sepertinya? yang penuh kelembutan dan kesabaran. aku yang sebagai anak yang sering merasa lebih pintar, tidak perhatian dan kadang pemarah ini, merasa sangat berdosa, ketika mengingat semua hal - hal yang kulakukan padanya. Motivasi hidupku salah satunya adalah membahagiakannya. aku tidak ingin melihatnya sedih atau pusing dengan keadaanku. aku tau begitu berat menghadapi dan menghidupi lima anak seorang diri. lima anak dengan berbagai macam karakter. ia terlihat lemah juga rapuh namun dibalik itu semua ia adalah sosok yang sangat kuat. Ya Allah, mampukan hambaMu ini membahagiakannya di dunia dan di akhirat. hanya ia lah yang hamba miliki saat ini. 

saat ini aku sedang dihadapkan dengan dilema pekerjaan. ingin rasanya aku berhenti ditempat kerjaku sekarang. bukan karena aku tidak menyukai anak-anak, hanya saja perlakuan yang aku terima dari pimpinanku. beberapa kali aku menemukan bahwa aku diperlakukan tidak adil dan semaunya. sampai sekarang aku belum paham kesalahan apa yang kuperbuat padanya hingga ia tidak menyukaiku. aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui seseorang menyukaiku atau tidak. aku sudah berusaha melakukan pekerjaan yang diberikan dengan baik, namun pandangannya tentang tak sebaik yang ku inginkan. bukan pujian yang kuinginkan, aku hanya ingin diperlakukan adil dan jelas. aku sudah berkali - kali berusaha melupakan semua hal yang kualami, kuharap mungkin itu hanya perasaanku saja, namun semakin hari, yang kuterima tak berubah. aku berusaha memperbaiki kesalahanku, namun mereka tetap saja menganggapku tak berubah. apakah aku membutuhkan apreasi dari mereka? tidak. aku hanya ingin mereka memperlakukanku sebagaimana guru dengan keadilan dan kejelasan. 

aku tak pernah menginginkan keburukan terhadap sesuatu. apapun yang membuatku bahagia atau yang menyakiti perasaanku, aku selalu berharap yang terbaik. doa yang terbaik untuk mereka. aku tak tau bagaimana hidupku kedepannya. aku hanya yakin Allah maha mengetahui dan Allah tidak maha kaya. hanya Allah yang ku percaya saat ini. jika aku masih hidup artinya aku masih punya rezeki, jika rezeki sudah tidak ada untukku, artinya waktu hidupku didunia telah selesai. dan hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. aku tidak bisa membuat semua orang menyukaiku, aku hanya mampu tidak membenci dan memaafkan. aku hanyalah seorang hamba biasa yang banyak dosa. mungkin dosaku akan berkurang dengan memaafkan. ketulusan yang aku berikan bukan untuk dinilai manusia namun Ridho Allah. entah seberapa sering tersakiti namun niat baikku tak pernah hilang. biarkan manusia tak melihat, namun Allah maha melihat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar