pagi yang cerah. matahari yang sudah menampakkan cahayanya, namun udara masih cukup dingin. aku masih merenung dan merasakan mimpi semalam. semalam aku bermimpi tentang dirinya. aku sangat bahagia ketika dia mengirim pesan padaku. itu seperti nyata. tapi sayangnya itu hanya lah mimpi. aku merindukannya, namun aku sadar, aku harus melupakannya. kamu akan menikah dengan wanita bangladesh juga. kamu akan mendapatkan wanita yang baik. aku tak ingin terluka lebih dalam. aku tak bisa menghilangkanmu jika aku tak benar - benar berkorban untuk pergi dari hidupmu. mungkin kamu disana tak merasakan betapa sakitnya aku mengikhlaskan mu, menangis dan terus menyadarkan diriku bahwa yang terbaik bagiku adalah melupakanmu. sampai kapan aku harus mencintai seseorang yang tidak mencintaiku. betapa kerasnya hatiku menyakinkanku bahwa kau juga mencintaiku, tapi logikaku menyadarkanku bahwa segala perlakuan dan perkataanmu padaku, tidak menunjukkan keseriusan cinta. apa kau pernah bertanya padaku tentang tanggal lahirku, kesukaanku, keluargaku, keinginanku? sedangkan aku mencari tahu tentang segala hal tentangmu, mulai dari kebudayaanmu, negaramu, saudaramu, aku mulai menyukai apa yang kamu suka, aku berusaha menjadi wanita lebih cantik. tapi yang kudapatkan darimu hanya kesakitan dan hinaan. yang lebih menyakitkan selain tak mendapatkan cintamu adalah aku harus menerima cara pandangmu tentang diriku. aku hanya wanita miskin dan bodoh di pandanganmu. mungkin aku tidak lancar bahasa Inggris namun bukan berarti aku wanita yang bodoh. aku mencoba menyadarkanmu tentang agama namun kau mempermainkanku dengan cara tutur katamu yang kotor. aku memberikan waktu untuk berbicara denganmu namun kau sudah tak ada niat lagi berbicara denganku. kini saatnya aku sadar, bahwa aku menaruh cinta kepada orang yang salah. dan aku paham aku harus mengakhirinya.aku tau ini sakit, tapi lebih sakit memaksakan kenyataan bahwa tak pernah ada cinta untukku. rasa cintaku tak pernah berubah menjadi benci. karena cinta yang ku berikan adalah ketulusan. rasa cintaku padamu, menyadarkanku bahwa cinta yang terbaik adalah cinta yang mengikhlaskan. aku ingin kamu lebih bahagia, sukses dan mendapatkan pasangan yang baik, cantik, cerdas, muslimah yang sholihah. kesakitan yang kuterima menyadarkanku bahwa aku harus menjadi pribadi yang lebih baik, dan menata ulang kehidupanku. dan yang lebih penting, aku semakin dekat Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar