malam ini aku hanya tidur kurang lebih 2,5 jam. mungkin karena sebelumnya aku minum kopi sebelum tidur. kepala sedikit cenut tapi cukup baik. ya Tuhan, hamba tak tau apa yang sebenarnya terjadi di kepala hamba, apakah ini normal atau tidak. entah mulai dari mana keanehan ini, hamba pun bingung ini sebuah keanehan atau tidak. tapi kadang hamba merasa tidak normal. bagaimana hamba menjelaskannya. mungkin jika hamba bercerita kepada orang orang biasa mereka akan sulit menangkap maksud hamba, mungkin hamba harus pergi ke psikolog.
keanehan itu mulai hamba rasakan ketika hamba berobat ke puskesmas. setelah itu hamba selalu mencoba mengingat setiap hari yang hamba lalui, apakah hari ini hamba bersikap normal atau tidak. apa maksud normal bagi hamba yaitu, ketika hamba hari ini tidak menampakkan wajah yang tiba tiba kesal atau tidak menyenangkan. tapi hamba tau itu diluar kesadaran hamba. hamba hanya ingin setiap yang hamba lakukan dan katakan dalam kesadaran penuh dan kehati hatianm tanpa drama dan emosi yang berlebih.
Hamba tak tau apakah ini bom waktu. apakah ini emosi yang terpendam selama ini dan dia mulai menunjukkannya. banyak hal yang hamba pendam, baik amarah, sedih, kecewa, ketakutan, mengatasi masalah sendiri dan mengatasi hal - hal yang akan terjadi. hingga suatu waktu, mungkin saat saat ini, hasil dari itu semua muncul perlahan.
Hamba mencoba untuk mengerti tentang diri hamba sendiri dan orang lain. hamba tak tau apakah lingkungan yang salah atau memang ada yang aneh dalam diri ini. tapi untuk saat ini 2 hal yang lebih baik hamba lakukan untuk menjaga keamanan diri ini adalah diam dan tersenyum.
saat saat ini, banyak bicara hanya membawa hamba kepada kesalahpahaman, dan diam tanpa senyum membawa hamba pada kesalahpahaman. mengontrol diri dan menjaga fokus, mungkin itu yang tepat untuk hal yang harus hamba ingat dalam keseharian ini.
mungkin dalam hal ini, hamba harus menyesuaikan lingkungan hamba. dimana diam adalah lebih baik dibanding hanya menghasilkan kesalahpahaman dan pikiran negatif bagi orang lain.
anda, sadarlah kamu hidup didunia nyata dengan berbagai sudut pandang bukan hidup dalam skenario buatanmu. kadang kamu menciptakan skenario drama dalam pikiranmu hingga kamu lupa bahwa kamu ada dalam dunia nyata.
untuk diriku sendiri. coba jujur kepada dirimu sendiri tentang hal hal yang mungkin disalahpahami orang lain tentang dirimu agar kamu tau dimana letak kesalahan itu.
untuk diriku aku ingin bertanya padamu, kenapa kamu suka sekali memandang orang lain dengan pandangan lama apakah kamu sadar bahwa itu menggangu atau bahkan bisa disalahpahami orang lain?
untuk diriku, apakah kamu sadar bahwa kamu sering melakukan beberapa hal karena kamu merancangnya menjadi skenario atau drama dalam kepalaku tanpa kamu sadari itu adalah hal yang aneh?
untuk diriku, apakah kamu sadar bahwa kadang berbicara terlalu cepat hingga kamu bingung dengan ucapanmu sendiri?
untuk diriku, apakah kamu sadar bahwa kamu bukan remaja lagi, kamu sudah 30 tahun dan kamu masih kaku dalam bersosialisasi?
untuk diriku, apakah kamu sadar kadang kamu cukup mudah tersinggung dengan pendapat orang lain yang menurutmu menjengkelkan?