Total Tayangan Halaman

Minggu, 26 April 2026

Gerobak Minyak tanah

Saat itu aku masih terlalu kecil untuk memahami betapa lelahnya ayahku. Tak kenal panas atau hujan dia mendorong gerobak minyak tanah untuk menyusuri setiap gang dan jalan. Saat itu, minyak tanah masih sangat laris, sebelum pemerintah menghimbau untuk mengganti pemakaian  minyak tanah kepada Gas LPG. Setiap siang, aku melihat ayahku menghitung uang hasil jualannya kemudian akan dia setorkan lagi ke pemasok minyak tanah dekat rumahku. kebetulan ayahku dan distributor minyak tanah cukup dekat mungkin karena ayahku menjualkan minyak tanahnya ditambah lagi ayahku suka nongkrong di tokonya.

beberapa kali aku bertemu ayahku dijalan dalam keadaannya mendorong gerobak minyak tanah yang penuh dengan derigen - derigen besar penuh dengan minyak tanah. tak ada pikiran tentang betapa lelahnya dia, yang terlintas dipikiranku saat itu, hanyalah meminta uang untuk jajan. Semua temanku tau bahwa ayahku adalah seorang pedagang minyak tanah, bahkan setelah meninggalnya, orang - orang lebih mengenalku sebagai seorang anak penjual minyak tanah. Ayahku sangat berbeda denganku. Dia sangat pandai berbicara dan berbaur dengan orang banyak. mungkin itu salah satunya ia sangat dikenal dilingkungan rumahku.

Jika aku bisa mengucapkan penyesalanku padanya, aku ingin meminta maaf karena  kadang mengeluh ketika dia meminta tolong untuk mengambilkan sarungnya sebelum dia tidur, mengupas labu siam untuk obat tekanan darahnya, dan menginjak - injak punggungnya  yang lelah setelah seharian bekerja. Sayangnya aku tak pernah memahami itu, padahal itu hanyalah hal yang mudah dan sederhana tapi aku terlalu kekanak - anakan untuk bisa memahami hal - hal itu. 

Dia selalu membanggakanku. 

Kamis, 16 April 2026

Menerima takdir

Aku ngak mau menyalahkan siapapun. tapi aku juga sebenarnya ngak mau menyalahkan diriku sendiri. mungkin ngak ada yang perlu dipersalahkan. aku hanya lelah sepertinya. beberapa kali terlintas dipikiranku. laki - laki tak butuh wanita yang baik, atau aku terlalu percaya diri merasa diriku adalah wanita yang baik. sejauh ini aku tak pernah memanfaatkan laki - laki untuk kepentingan diriku saja. aku mencoba memahami mereka, tapi mereka tak mencoba untuk memahamiku. 

Yaa Allah, hamba ini mengapa yaa Allah. hamba lelah dengan pikiran hamba sendiri. sepertinya hamba harus benar - benar menjauhkan diri hamba di tiktok. pikiran hamba menjadi kacau lagi setelah mendownloadnya lagi. Yaa Allah, ampuni hamba ini yaa Allah. Ampuni sikap keras kepala dan kesombongan hamba. Yaa Allah, hamba ingin segera menikah yaa Allah. tolong segera pertemukan hamba dengan jodoh hamba yaa Allah. berikan hamba jodoh yang menyayangi hamba dengan tulus, dan membimbing hamba dalam kebaikan yaa Allah. 

yaa Allah, hamba ingin segera bertemu jodoh hamba yaa Allah. hamba mohon. hamba berusaha menjadi istri yang sholihah dan baik yaa Allah. hamba mohon. 

Jumat, 20 Maret 2026

Memulai ketika diri ini pulih

setiap hari aku mencoba memahami diriku sendiri. aku mencoba untuk menjadi orang normal tapi tetap saja bagiku aku tak cukup normal seperti orang - orang lain. pertanyaan ini selalu muncul hingga saat ini " Apa sebenarnya yang salah?" aku tak tau ini bermula kapan dan darimana, aku hanya ingin normal seperti orang - orang yang kulihat. apakah aku terlalu idealis? atau aku memiliki duniaku sendiri? atau aku terlalu mendramatisir setiap kehidupanku?

sepertinya keadaan itu semakin parah, ketika Ayah sudah tiada. saat itu aku benar - benar cemas dengan segala hal yang akan terjadi. beban itu semakin bertambah berat, ditambah beban ketakutan itu. tapi aku bertahan hingga saat ini walau ditemani dengan ketakutan, kesedihan, dan kehampaan. aku mencoba melewatinya dengan dayaku, semampuku dan semangat dalam diriku. aku lewati hari hariku penuh dengan obrolan dalam pikiranku. karna saat itu tak ada satupun yang bisa mendengarkan dan menolongku selain diriku sendiri. mungkin bukan tidak bisa, tapi beban mereka sudah cukup berat, sebagian tidak mengerti dan sebagian tidak menyelesaikan masalah itu sendiri.

jika aku bisa menyalahkan orang - orang yang ada dalam hidupku, ingin rasanya aku jujur dan meluapkan amarahku, tapi hingga kini, semua itu masih tertahan. aku tau aku sudah memaafkannya, tapi itu belum selesai. kecemasan itu masih membebaniku, aku belum lepas dari beban itu. itu masih mengikutiku, hingga aku merasa memiliki pemikiran yang berbeda, tidak lepas, kaku, dan selalu seperti memiliki beban. 

jika aku bisa bertanya kepada Allah dan memang sering kutanyakan, "apa sebenarnya salahku yaa Allah? aku hanya merasa sampai saat ini, aku mencoba menjadi orang yang baik, dan tidak menyakiti siapapun, tapi aku terbelenggu dengan perasaan dan pemikiran ini. 

Dari kecil aku berusaha untuk tidak menyusahkan siapapun, menerima semua kepahitan itu sendiri, tapi aku juga harus menjadi pelindung dan penengah. disaat aku membutuhkan perlindungan, tak ada yang melindungiku, aku menerima luka itu, menelannya, dan memahaminya. tapi disaat yang lain mengalami hal yang sama sepertiku, aku mencoba ada untuk mereka. jika aku bisa memeluk diriku sendiri kala itu, aku ingin memeluknya erat dan menghiburnya. 

aku tak tau semua itu berawal darimana. 




Senin, 02 Maret 2026

Normal

 Yaa Allah, kali ini hamba memohon untuk sembuhkan hamba dari trauma dan sakitnya pikiran hamba. hamba sadari pikiran hamba seperti ada yang aneh, emosi hamba ada yang salah. hamba takut yaa Allah hamba semakin sakit dan hilang arah. tak ada satupun yang paham dan mengerti tentang yang hamba rasakan.apakah isi kepala hamba hanya hal - hal negatif hingga mempengaruhi cara dan hamba bersikap? 

hamba lelah yaa Allah. entah apa yang salah, lingkungan hamba atau dari diri hamba sendiri, tapi ini bukan terjadi saat ini saja, dahulupun sama, mngkin krna ada yang salah dari dalam diri hambaMu ini yaa Allah.

menarik nafas. rasanya hamba ingin tidur selama berjam - jam dikamar tanpa ada yang mengganggu. hamba ingin tidur dan menikmati mimpi panjang hamba, dan terbangun lagi saat hamba sudah puas dengan tidur dan mimpi itu. hamba juga tak suka bicara, hamba suka pembicaraan yang dalam dan bemakna. hamba tak suka kesombongan. Yaa Allah..sembuhkan hamba dari sakit yang tidak hamba ketahui yaa Allah. dari sakit badan dan pikiran ini. tak ada yang mengerti selain Engkau.

Yaa Allah bantu hamba menyembuhkan diri hamba sendiri dan orang yang lain yang membutuhkan penyembuhan. bantu hamba untuk mengelola emosi yang baik dan benar. bantu hamba menjadi pribadi yang menyenangkan dan benar. bantu hamba menjadi hambamu yang cerdas dan rajin. bantu hamba untuk bisa juga membantu menyembuhkan orang lain yang mungkin sakit seperti hamba. hamba lelah yaa Allah.

yaa Allah, hamba harus bagaimana yaa Allah? untuk memperbaiki perlahan diri ini? yaa Allah bantu hambaMu ini untuk memperbaiki dan menyembuhkan hamba dari sakit dan kesalahan dalam diri hamba. hamba ingin sembuh dan berkutat dengan penyakit yang sama. 

Selasa, 20 Januari 2026

Menyerah

 yah. untuk kali ini aku menyerah. aku berhenti untuk melanjutkan hal - hal yang seharusnya ku lepas. sebaiknya aku pergi dari hidup seseorang yang masih terbelenggu dengan masa lalunya dan menyadari seperti apa yang dia inginkan. 

aku cukup lelah mengorbankan diriku untuk memahami lebih dalam seseorang. aku menjauh dari harapan - harapanku sendiri. aku mencintai diriku sendiri tapi akupun harus sadar diri. entah kemana kehidupan membawaku nanti. aku berharap Allah tidak membenciku dan meninggalkanku.

jika suatu saat nanti aku pergi. aku hanya berharap tiada hati yang tersakiti. biarkan aku terlupakan namun tak meninggalkan luka. kata mama dari kecil hidupku memang sudah sepi dan mandiri, aku tak tau sampai kapan itu berakhir, tapi aku paham bahwa sepi tak berarti tak memiliki arti. 

apakah pergi jauh bisa menghilangkan kesepian ini? 

Kamis, 15 Januari 2026

Mencintai diri sendiri

 berkali kali aku mencoba untuk mencintai diriku sendiri dan berkali kali juga orang lain mencoba untuk menghilangkan cinta itu. berkali kali aku mencoba memberikan warna untuk gelapnya hidup seseorang, beberapa orang mencoba meredupkan cahayaku. hamba tak tau ya Allah, kenapa hidup yang hamba rasa hanya ingin berbuat baik ini, tapi tetap saja buruk untuk beberapa orang. 

dan beberapa hal membuatku semakin yakin untuk tetap diam dalam pikiranku sendiri dan mencoba mencerna maksud dari semua hal yang terjadi. beberapakali aku menyadarkan diriku bahwa mungkin ada hal yang salah yang telah kuperbuat. aku tak menyalahkan siapapun. tapi kembali lagi, keadaan selalu menaruhku untuk lebih baik diam dan menghilang.

diam dan menghilang tanpa menyakiti siapapun, tanpa merugikan siapapun, tanpa meninggalkan kekecewaan pada siapapun. hanya diriku dan ketenanganku. 

 

Sabtu, 10 Januari 2026

Hal yang lain

 entah bagaimana sebenarnya perasaanku. aku mulai membuat imajinasi ceritaku lagi.  bagaimana mungkin aku beranggapan ada seorang pria yang datang ketempat kerjaku hanya untuk sekaligus melihatku ditambah lagi orang lain tau sedangkan diriku sendiri tidak. aku membuat skenario asal lagi. 

Yaa Allah, apakah aku mudah jatuh cinta? tapi aku tau ini bukan cinta tapi hanya harapan dari ekspektasiku. 

jadi pagi hari itu, aku melihat seorang pria, dia seorang customer dikantorku. aku mengendarai motorku dan kulihat seorang pria berdiri sambil merokok dan menelpon. aku tetap melajukan motorku hingga parkiran. sesampai dikantor dan akan absen aku melihat pria itu sudah duduk disofa dengan wajah menunduk kearah handponenya. setelah aku sedikit melintasinya aku masih bisa melihat dari ujung mataku, bahwa pria itu menoleh kearahku hingga aku selesai absen. dia mulai menatapku setelah aku tidak ada dihadapannya lagi, dan sepanjang langkahku menuju absen hingga selesai absen, tatapannya tertuju padaku. hal itu sebenarnya tak begitu kupikirkan karna aku pikir orang melihat orang lain hanya sekedar penasaran atau mungkin aku objek yang saat itu ada dihadapannya. hingga malam hari ada notifikasi di facebooku tentang saran pertemanan dan kulihat wajahnya cukup mirip dengan pria yang kulihat tadi pagi. saat itu hanya biasa saja, karna mungkin hanya kesamaan saja.

besok malamnya, teman dekatku menelpon dan diujung telponnya, dia memberitahuku bahwa dia memperkenalkanku seorang pria. setelah itu aku mulai mengaitkan kejadian dipagi itu, pria di facebook itu dan pria yang diceritakan teman dekatku itu.

huffttt....aku tak tau kenapa aku bisa berpikir sejauh ini. ditambah lagi aku mulai berharap lagi. Yaa Allah hamba mohon jika dia bukan jodohku tolong buang jauh harapan ini, tapi jika dia jodoh hamba dekatkan hamba dan persatukan kami dalam keadaaan dan waktu yang baik dan disegerakan. 

aku tak suka perasaan berharap pada manusia seperti ini. apakah ini artinya aku hopeless romantic, jadi sedikit saja bentuk perhatian aku langsung mudah terbawa perasaan. aku tak inginkan ini. aku juga ingin menyukai seseorang karena perilaku dan dirinya, bukan hanya sekedar dia memberi sedikit perhatian atau hanya karena hartanya saja.

Baiklah anda. bersihkan hati dan pikiranmu. fokus saja dulu bekerja dan sayangi keluarga jika belum ada kejelasan dari pria manapun. perbaiki ibadahmu dan bertumbuh menjadi lebih baik. cukup fokus pada dirimu, keluargamu dan Tuhanmu.