beberapa kali aku bertemu ayahku dijalan dalam keadaannya mendorong gerobak minyak tanah yang penuh dengan derigen - derigen besar penuh dengan minyak tanah. tak ada pikiran tentang betapa lelahnya dia, yang terlintas dipikiranku saat itu, hanyalah meminta uang untuk jajan. Semua temanku tau bahwa ayahku adalah seorang pedagang minyak tanah, bahkan setelah meninggalnya, orang - orang lebih mengenalku sebagai seorang anak penjual minyak tanah. Ayahku sangat berbeda denganku. Dia sangat pandai berbicara dan berbaur dengan orang banyak. mungkin itu salah satunya ia sangat dikenal dilingkungan rumahku.
Jika aku bisa mengucapkan penyesalanku padanya, aku ingin meminta maaf karena kadang mengeluh ketika dia meminta tolong untuk mengambilkan sarungnya sebelum dia tidur, mengupas labu siam untuk obat tekanan darahnya, dan menginjak - injak punggungnya yang lelah setelah seharian bekerja. Sayangnya aku tak pernah memahami itu, padahal itu hanyalah hal yang mudah dan sederhana tapi aku terlalu kekanak - anakan untuk bisa memahami hal - hal itu.
Dia selalu membanggakanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar