setiap hari aku mencoba memahami diriku sendiri. aku mencoba untuk menjadi orang normal tapi tetap saja bagiku aku tak cukup normal seperti orang - orang lain. pertanyaan ini selalu muncul hingga saat ini " Apa sebenarnya yang salah?" aku tak tau ini bermula kapan dan darimana, aku hanya ingin normal seperti orang - orang yang kulihat. apakah aku terlalu idealis? atau aku memiliki duniaku sendiri? atau aku terlalu mendramatisir setiap kehidupanku?
sepertinya keadaan itu semakin parah, ketika Ayah sudah tiada. saat itu aku benar - benar cemas dengan segala hal yang akan terjadi. beban itu semakin bertambah berat, ditambah beban ketakutan itu. tapi aku bertahan hingga saat ini walau ditemani dengan ketakutan, kesedihan, dan kehampaan. aku mencoba melewatinya dengan dayaku, semampuku dan semangat dalam diriku. aku lewati hari hariku penuh dengan obrolan dalam pikiranku. karna saat itu tak ada satupun yang bisa mendengarkan dan menolongku selain diriku sendiri. mungkin bukan tidak bisa, tapi beban mereka sudah cukup berat, sebagian tidak mengerti dan sebagian tidak menyelesaikan masalah itu sendiri.
jika aku bisa menyalahkan orang - orang yang ada dalam hidupku, ingin rasanya aku jujur dan meluapkan amarahku, tapi hingga kini, semua itu masih tertahan. aku tau aku sudah memaafkannya, tapi itu belum selesai. kecemasan itu masih membebaniku, aku belum lepas dari beban itu. itu masih mengikutiku, hingga aku merasa memiliki pemikiran yang berbeda, tidak lepas, kaku, dan selalu seperti memiliki beban.
jika aku bisa bertanya kepada Allah dan memang sering kutanyakan, "apa sebenarnya salahku yaa Allah? aku hanya merasa sampai saat ini, aku mencoba menjadi orang yang baik, dan tidak menyakiti siapapun, tapi aku terbelenggu dengan perasaan dan pemikiran ini.
Dari kecil aku berusaha untuk tidak menyusahkan siapapun, menerima semua kepahitan itu sendiri, tapi aku juga harus menjadi pelindung dan penengah. disaat aku membutuhkan perlindungan, tak ada yang melindungiku, aku menerima luka itu, menelannya, dan memahaminya. tapi disaat yang lain mengalami hal yang sama sepertiku, aku mencoba ada untuk mereka. jika aku bisa memeluk diriku sendiri kala itu, aku ingin memeluknya erat dan menghiburnya.
aku tak tau semua itu berawal darimana.