hari ini tanggal 24 februari 2021. seperti biasa, aku seorang diri diruang dingin ini, bersama boneka - boneka lucu warna - warni. di tahun 2020 hingga saat ini, rasa - rasanya, terasa berat. bukan fisik tapi mental. aku akui banyak juga kesalahan yang kulakukan, tapi aku terlah berusaha memperbaikinya, bahkan setelah itu, aku telah meminta maaf tentang kesalahanku. mungkin keadaan saat ini menyadarkanku untuk kembali mengingat Allah dan menyerahkan segala urusan dan kegalauan ini padaNya.Yaa Allah, biarkan Engkau yang membalas segala kesedihan dan kekecewaan ini. ampuni segala dosa- dosa yang hamba lakukan, mungkin segala yang menimpa hamba adalah karena dosa - dosa yang hamba lakukan. Hamba serahkan hidup dan mati padaMu yaa Allah, kesenangan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, kesulitan dan kemudahan yang hamba terima hanya padaMu yaa Allah. jangan biarkan hamba menyakiti orang lain, memfitnah orang lain, berkata kasar pada orang lain, sombong dan egois terhadap orang lain, karena sesungguhnya hamba hanyalah manusia yang penuh dosa dan kelemahan. dan hamba mengetahui bahwa para Nabi dan Rasul pun mengalami cobaan yang begitu berat. cobaan yang hamba terima jauh sekali dari pengorbanannya.memang rasanya berat, pedih, lelah dan rasanya ingin putus asa. tapi aku tahu inilah dunia. tak ada yang abadi. suatu saat nanti aku akan mati. aku tak tau kapan itu terjadi. aku hanya ingin saat aku mati, Allah telah mengampuni semua dosa-dosaku, tak ada orang yang tersakit karena perbuatan dan perkataanku. dan memang hidup didunia ini seperti penjara. penuh dengan cobaan dan kesakitan.
Total Tayangan Halaman
Selasa, 23 Februari 2021
Aku mencintaimu sepenuh hati dan kamu menyakitiku dengan sempurna
apakah kamu masih mengingat saat aku bertemu denganmu pertama kali? apakah semua hal yang kita lewati berdua hanyalah lamunan kosongmu? apakah kebodohan - kebodohan yang kulakukan tak membuatmu sadar bahwa aku telah benar - benar mencintaimu? atau mungkin memang hatimu tak pernah ada untukku. lebih dari setahun kita saling mengenal, kamu masih tak mengenalku. sebenarnya wanita seperti apa aku dimatamu?dan anehnya sampai saat ini begitu sulit bagiku untuk melupakanmu. kau melukai wanita polos ini. kau berhasil membuatku terluka. dan hal yang pernah kau tanyakan padaku, "bisakah kamu hidup bahagia tanpaku?". ya. Insha Allah, aku bisa hidup bahagia tanpamu. akupun ingin kamu bahagia. aku sadar tentangmu dan tentangku. dan saat itu wajar rasanya saat dirimu mengatakan padaku, bahwa aku bodoh. aku mencintai pria yang lebih muda dariku, berbeda waktu denganku, berbeda negara dan budaya denganku. ya. saat itu aku memang bodoh. tapi saat ini aku sadar. aku kesal pada diriku sendiri, mengapa aku bisa mencintaimu? aku malu pada diriku sendiri. aku benar - benar malu. aku hanya khawatir kamu memandangku seperti tante - tante yang mengincar pria muda.