aku tak paham lagi. aku ingin hidupku lebih bahagia jika aku menikah nanti, tapi jika sebelum menikah aku melihat keanehan dan keraguan, lalu apa salahnya sendiri dulu hingga benar benar menemukan yang tepat. memang menikah akan banyak masalah namun bukankah itu semua bisa diperhitungkan dari sebelum menikah? aku ingin menikah karena ketulusan bukan karna adanya kepentingan, paksaan apalagi sampai menyakiti orang lain. lebih baik aku sendiri daripada menyakiti dan membohongi orang lain. itu bukanlah tujuan hidupku.
aku tak ingin memaksakan kehendakku, memaksakan keadaan apalagi memaksakan orang lain. menikah bukanlah untuk main main. aku rela meninggalkan sesuatu yang kulihat meragukan hanya untuk tidak membuat masalah kedepannya. aku hanya khawatir ketidaksiapanku, perlakuan orang lain dan keadaan hanya memperburuk keadaan. jika segala sesuatu yang sudah berjalan baik dan aku yakin dengan hal itu namun jika saat dipernikahan nanti sebaliknya, maka aku sudah siap menerima keputusanku, namun jika ada hal yang meragukan maka lebih baik aku meninggalkannya.
aku sangat ingin menikah tapi aku tidak ingin menyakiti siapapun, atau menikah tanpa ada rasa. aku ingin ketulusan tanpa motif dan kepentingan. aku hanya ingin cinta dan ketulusan.