2 november 2020
Masha Allah.., tidak terasa waktu terus berputar. membawaku kepada masa yang penuh dengan perubahan. tahun 2020 ini terbilang berat. begitu banyak fenomena yang terjadi. entah sebenarnya apa dibalik semua ini. aku selalu membawa diriku mengingat waktu - waktu yang telah lama berlalu untuk mengulang kembali moment - moment indah. tahun ini juga terasa berlalu begitu cepat. di awal tahun lalu 2020, aku tak pernah berpikir bahwa Indonesia bahkan dunia akan mengalami suatu fenomena atau akan adanya pandemi yang membuat seluruh dunia menutup diri dan semua orang dianjurkan untuk saling berjauhan satu sama lain. di awal tahun, virus itu sudah cukup terdengar, namun aku menganggap mungkin itu hanyalah virus biasa yang akan hilang dalam waktu singkat. namun kenyataannya sampai saat ini, virus itu tetap menakuti penduduk bumi. entah kapan keadaan akan benar - benar kembali normal. aku ingin keadaan kembali normal seperti sedia kala seperti virus ini tak pernah ada.
beranjak menuju tahun 2021. semoga Allah masih memberiku umur untuk melangkah menuju tahun 2021 dalam keadaan sehat, keluarga yang tak kurang satupun, memiliki sahabat - sahabat yang baik, dan lisan dan tubuh ini tak lelah dan semakin aktif dalam berdakwah. terlalu banyak impian yang kuinginkan ditahun depan. baik dalam kesehatan, karir, pendidikan bahkan percintaan. umur 27 bukanlah umur yang masih muda. itu adalah tahap menuju kedewasaan yang sebenarnya, apalagi untuk seorang wanita. disaat - saat ini aku merasa begitu banyak yang terlewati dan semestinya ku rencanakan dan ku lakukan sebelum - sebelumnya, tapi aku yakin, ini tidak lah terlambat. terlambat hanyalah untuk orang - orang yang tidak mau berbuat dan mencoba. ini bukanlah tentang berhasil atau tidak, tapi tentang kamu mau melakukannya atau tidak. apapun hasil yang didapat biarkanlah Allah yang maha berhendak yang menjawabnya, dan sebagai hamba, hanya mampu berikhtiar dan bertawakal.
semakin dewasa, pendidikan tergolong tinggi, namun aku menemukan diriku tidaklah semakin baik. aku menemukan bahwa diriku adalah sosok yang sulit mengungkapkan perasaan, tidak pandai bicara, semakin pendiam dan semakin bingung dalam menentukan pilihan. aku berharap diumurku ini. aku akan belajar semakin tenang dan bijaksana. pandai berbicara dan bersikap sopan, fokus dengan tujuan yang ku harapkan serta semakin menambah dan meningkatkan kualitas diri. berproses..itulah kata yang selalu ku ulang - ulang pada diriku. ini bukanlah tentang cepat atau lambat. ini tentang proses dan menghargai diri sendiri. berproseslah tanpa harus iri dan membandingkan proses diri dengan orang lain. karena ini tentang memperbaiki diri. aku teringat dengan perkataan seorang ulama. bahwa butuh waktu yang sangat lama hanya untuk belajar adab. yah..hanya adab. belum ilmu. maka adab sangatlah penting.
bukan hanya tentang adab, tapi tentang membawa diri. kadang pernah terselip didalam pikirku. mungkin bapak akan malu, jika melihat anaknya ini tidak pandai berbicara dan berkomunikasi seperti dia. bapak adalah sosok yang sangat pandai. walaupun dia tidak pernah bersekolah, tapi dia sangat pandai dalam berkomunikasi dan bersahabat. sahabatnya banyak dan dia dikenal dengan sosok yang pandai dalam bernegosiasi. banyak orang yang mengakui kelebihannya. sedangkan aku..berbicara terhadap anggota keluarga saja aku masih kekurangan kata. ditambah lagi ditempat kerja, aku semakin tertutup. aku tak tau apa yang ada dipikiran mereka, hanya saja yang terbesit dibenakku adalah mereka menganggapku pendiam, pemalu dan tak berkembang, diremehkan dan dipandang sebelah mata. berbeda jauh dengan ayahku yang disegani karena keahliannya dalam berbahasa. aku malu pada diriku sendiri dan malu pada bapak.
darimana aku memulai untuk belajar memperbaiki kekurangan diriku? akupun masih bingung. kini aku akan belajar berbicara lebih dewasa, tenang, fokus dan menambah ilmu dan hal yang paling penting, tidak selalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang diri ini. fokus saja tentang apa yang harus diperbaiki, you are just human not angel. kamu bisa salah, kamu bisa marah, kesal, dan itu normal. kamu tidak bisa membuat semua orang suka denganmu. cukup lakukan dan katakan yang benar. karena dunia ini terlalu rumit untuk membuat semua orang menyukai dan menghargai. cukup yakin bahwa rezeki yang diterima bukan dari manusia tapi dari Allah sang maha kaya.
bapak..aku berharap jika kau melihat anakmu saat ini, kau tidak malu melihat anakmu ini. bapak..anakmu ini akan terus belajar dan berproses menjadi lebih baik.Aamiin yaa Rabbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar