Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 Desember 2020

Bye 2020 welcome 2021

pukul 14.52. siang hari yang cukup panas ini. aku sendiri diruang yang cukup luas. seperti biasa berteman dengan keheningan dan kesendirian. tak terasa ini adalah hari terakhir diujung tahun 2020. begitu banyak hal yang terjadi di tahun ini. mungkin bisa dikatakan lebih banyak air mata dibanding tahun sebelumnya. apa sebenarnya yang terjadi tahun ini? mengapa tahun ini begitu berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya? but ini bukan hanya diriku saja. semua orang mengalaminya. kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, kehilangan kesempatan, dan lain sebagainya. kini aku hanya berpikir, mungkin saat ini waktu yang tepat untuk mengurangi kecintaanku pada dunia. aku melihat dunia sedang tidak baik - baik saja. ulama dipersekusi, terjadi pembunuhan brutal, kerusakan mental pada anak - anak akibat pembelajaran online. sistem yang semakin otoritas dan semakin terlihat membenci islam, generasi yang semakin mundur, ekonomi yang semakin sulit, tingkat kestresaan semakin tinggi. apakah ini salah satu rencana kaum kafir dan munafik? hanya Allah yang tau. 

kini, saat ini, yang kurasakan hanya sekedar hidup dan menunggu mati. melihat 6 orang muslim yang dibunuh oleh polisi membuatku berpikir, hidup ini begitu singkat, yah, kita semua akan mati. semua perkataan manusia akan tiada guna, kecantikan tiada dilihat, harta tak lagi berguna. aku ingin sebelum mati, aku ingin menjadi pendakwah islam. aku ingin mati dalam keadaan berjuang dalam islam. saat ini hidupku seperti kehilangan arah. aku melihat kezaliman dan penderitaan semakin banyak. mungkin belum banyak yang kulakukan, tapi kumulai dari belajar menyampaikan yang benar terhadap orang - orang terdekatku. tidak peduli apapun responnya, apa yang kudapatkan, aku hanya yakin bahwa Allah bersama hamba - hambanya yang cinta padaNya.

selamat datang tahun 2021. apa yang akan terjadi tahun ini. Yaa Allah, mampukan hamba melaluinya dengan semakin bijaksana dan hidup hamba lebih baik dari tahun ini. apapun yang terjadi, hamba ingin tetap menjadi pejuang agama islam. semua kesulitan dan kesedihan ini hamba serahkan hanya pada Allah yang maha pengasih dan penyayang. just believe to Allah. hidup dan matiku karena Allah. 

Allah tahu aku kehilangan seseorang yang kusayang, mencoba menahan tangis, menahan amarah, menahan lelah, menahan malu, tampil berbeda. begitu banyak godaan diluar yang mengajakku untuk mengikutinya, namun aku selalu mampu menolaknya karena aku tau Allah melihat segala perbuatanku. 

karena terlau berat untuk mengingat perkataan dan perlakuan buruk manusia. membandingkan kesuksesan diri dengan kesuksesan orang lain. kealiman diri dan kealiman orang lain. keburukan diri dengan keburukan orang lain. sebenarnya kita bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri. sekecil apapun itulah proses. berhasil atau tidak, yang terpenting adalah proses untuk memulai dan melanjutkan sesuatu yang ingin dicapai. berproses sampai Allah memanggil untuk pulang. m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar