melalui semua hal ini memanglah tak mudah. banyak air mata, kesakitan, kelelahan dan tentunya kesabaran. aku hanya selalu berusaha menyadarkan diriku tentang kematian, karena tidak ada yang lebih membuatku sadar selain mengingat kematian. suatu saat nanti, hanya menunggu jadwal, aku akan menyusul orang - orang yang telah mati sebelumku. membayangkan diri seorang diri didalam tanah yang sempit, gelap, dan lembab, berteman dengan hewan - hewan bawah tanah yang selama didunia aku gelikan. yaa, semua orang akan mengalami semua itu, berpisah dengan kehidupan didunia ini. saat ini dunia nyata dan akhirat hanyalah mimpi, namun saat mati, dunia ini seperti mimpi dan akhiratlah yang nyata. jika mengingat kematian rasanya, sepertinya aku masih sangat takut. bukan hanya karena rasa sakit yang mendera tapi, aku takut jika dosaku lebih banyak dibanding amalku. dan diakhirat nanti tiada batas waktu, yang ada hanyalah keabadian, tiada tempat untuk merenung, semua akan mendapatkan balasan dari setiap perbuatan.
besok adalah tahun baru Hijriah. entah aku merasa diriku masih sering lalai akan kewajiban sebagai hamba. masih sering melakukan hal - hal yang tak bermanfaat, membuang - buang waktu, menunda - nunda pekerjaan dan masih suka terburu - buru dalam melakukan pekerjaan. Sebenarnya aku malu jika aku menshare tentang makna hijrah, karena aku sadar, diriku pun belum lebih baik dari sebelumnya. yang membedakan diriku yang sekarang dengan yang dulu adalah mungkin sekarang aku lebih tenang, tapi selain itu diriku masih sama, kurang bersyukur dan berpikir hal negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. aku masih berusaha untuk mencintai segala hal yang kumiliki dan bijaksana dalam bersikap.
bagaimana dengan perasaanku? yah, aku masih memikirkan seseorang yang kutemui di tahun 2019. mungkin rasa memiliki itu sudah tak sebesar dulu, tapi rasa rindu itu masih ada, memory itu masih kuat dikepalaku, bahkan bulan lalu aku sempat memimpikannya lagi. entah, mengapa dia begitu sulit untuk dilupakan, padahal aku sadar dengan segala perbedaan yang ada. tapi kadang aku masih berpikir, mungkin dia juga merindukanku, mungkin dia juga mencintaiku, mungkin dia juga sulit untuk melupakanku, dan kadang hayalanku adalah mungkin dia sedang berusaha agar bisa bertemu denganku secara nyata. sungguh indah hayalan ini. tapi semua itu terbantahkan. yaitu jika dia mencintaiku seharusnya dia membuang egonya dan menghubungiku. tapi egonya begitu besar atau mungkin memang tak pernah ada cinta untukku darinya. aku tak tau, berapa lama rasa ini akan hilang seluruhnya, aku hanya lelah menahan rindu dan berharap untuk seseorang yang ku sadari tak pernah mencintaiku.
umurku yang sudah tak semakin muda, bahkan aku sudah cukup tua. aku malu, mengapa aku bisa jatuh cinta dengannya. aku malu, aku seperti wanita tua yang berharap cinta kepada pria yang lebih muda. dan yang lebih menyakitkan, dia menyukai wanita yang lebih muda. dan memang pria menyukai wanita yang lebih muda. aku seperti wanita tua yang tak tau malu. mengatakan hal ini cukup menguras hati, berkali - kali menyadarkan diri. sudahi kebodohan ini, sudahi hayalan kosong ini, kuatkan keyakinanmu bahwa Allah telah menyiapkan yang terbaik.
maafkan dia yang menyakitimu, maafkan diri sendiri, terima kekurangan diri untuk menjadi penyemangat diri agar lebih baik. cukup ingat bahwa hidup didunia ini sederhana, lakukan yang benar dan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar