Total Tayangan Halaman

Rabu, 04 Oktober 2023

Entah

 Entah, apakah ini yang dirasakan oleh orang dewasa atau hanya diriku saja. aku tak tau apakah aku sedih atau senang. sebenarnya masalahku tak sebanyak dulu, namun waktu seakan mengejarku untuk memenuhi semua goals yang seharusnya terpenuhi. diumur ini aku memikirian tentang masa depan yang belum pasti. banyak kekhawatiran dan keraguan. mungkin diumur 20 - 27 aku tak begitu memikirkan goals yang harus kucapai, aku hanya sibuk kuliah, bekerja, belanja sesuai dengan keinginanku, percintaan. kini aku berpikir bagaimana agar aku punya rumah sendiri, penghasilan lebih, membuka usaha. aku hanya berpikir aku harus berprogress dan konsisten agar tujuanku tercapai. tak ada yang menuntutku dan memaksaku, namun aku dalam umur yang harus berusaha untuk menikah, memiliki anak, memiliki rumah, penghasilan stabil dan cukup, kebahagiaan orang tua, mempercantik fisik. jangankan terlambat bahkan mungkin aku belum memulainya. selain dengan banyaknya tujuan aku sambil melihat fisik ibuku. dia sudah tua, kapan aku bisa membuatnya bahagia, apakah dia bisa melihatku menikah nanti? tak ada yang tau umur, tak kenal usia. namun terkadang aku kecewa kenapa diumur setua itu, aku belum bisa membahagiakannya. 

disisi lain aku harus mengejar target dalam hidupku, aku dihadapkan pada turunnya minatku melakukan apapun. semua terasa hambar, semua terasa biasa - biasa saja. semua kekecewaan yang kuterima membuatku sedih terasa biasa saja dan bahagiapun terasa biasa juga. dan lebih buruknya aku semakin menikmati kesendirianku. dibalik kenikmatan menikmati kesendirian ini, aku sadar aku semakin tidak bersosialisasi, waktu kupenuhi dengan hal - hal yang tidak bermanfaat, malas berteman, bahkan beberapa hari aku tak tau apa yang harus kulakukan agar aku bisa merasa bahagia. 

aku takut jika aku tak bersyukur dan kehilangan kecukupan itu. aku takut rasa hambar itu membuatku lupa bahwa keadaanku saat ini adalah keadaan bahagiaku dan aku melewatkannya dengan cara menganggapnya adalah hal yang biasa - biasa saja. itu yang kukhawatirkan. aku hanya khawatir jika melewati waktu - waktu yang seharusnya menjadi waktu yang berbahagia. aku ingin semangat membara itu hadir dalam diriku, aku ingin antusias besar itu hadir dalam benakku, aku ingin menikmati kebersamaan dengan keluargaku, aku ingin aku tak bingung ketika tidak ada aktivitas apapun. aku ingin diriku yang humble dan hangat. aku rindu diriku yang tak selalu berpikir negatif tentang berbagai hal. 

Entah darimana semua ini. aku hanya berharap antusias dan ambisi itu hadir lagi dalam diriku dan pikiran - pikiran baik itu selalu mengingatkanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar