Total Tayangan Halaman

Senin, 05 April 2021

Pulang

 Sudah bertahun tahun lamanya. ketakutan itu masih membekas. dan trauma itu juga masih ada. keadaan sudah lebih membaik. tapi bekas itu masih cukup mempengaruhi hidupku. selama empat tahun terakhir tiada yang kupelajari selain bersikap tenang, apa adanya dan membedakan dimana hal yang harus kupedulikan dan mana yang tidak. aku tak tau apakah aku semakin baik atau kah aku semakin buruk. aku hanya merasa aku berada dalam keadaan sadar akan kediamanku. jika sebelumnya aku sudah dikenal diam, kini aku lebih diam. karna saat ini diam untuk berkata hal - hal yang tidak penting itu lebih baik, daripada hanya berbicara hal - hal yang tidak berguna. aku lebih sadar dengan banyaknya kekuranganku. dan satu hal yang paling besar tentang kekuranganku selama ini adalah ketakutan. aku takut apa yang akan terjadi esok hari, aku takut dengan resiko yang akan kuterima, aku takut dinilai tidak baik, aku takut jika gagal. dan segala hal yang kuterima selama empat tahun ini adalah aku harus rela gagal, aku harus rela dijauhi, aku harus rela menerima semua resiko yang kuperbuat. because Im not perfect. ketakutan diriku jika orang lain membenciku, padahal dengan diriku yang berusaha menyenangkan orang, mereka tetap saja tidak menyukaiku. lalu kenapa aku harus bergantung dengan rasa suka atau tidak suka dari orang lain. dan terhindar dari ekpektasi manusia, hidupku lebih tenang. 

ya. ini lah aku. kadang aku berubah - ubah, keinginanku pun berubah - ubah, menjelang akhir tahun 2020 aku sangat ingin bekerja diluar negeri. kini harapan itu berubah, yaitu aku ingin menikah. jika dulu aku ingin menikah dengan orang luar dan tidak berkeinginan dengan pria lokal, kini aku menerima semua pria yang penting memilika kepribadian yang baik. semua itu berubah karna berbagai hal yang kualami. ketika aku melihat ibuku begitu senang melihat anak kecil, dan aku sadar, aku tidaklah muda seperti dulu, aku harus memiliki rencana ke arah pernikahan, dan bukan untuk main - main. begitu banyak yang harus dipersiapkan. dari segi mental, persiapan dan semuanya. aku tidak bisa mengandalkan ibuku atau kakakku. untuk kehidupan sehari - hari saja ibuku masih bekerja untuk kami, apalagi untuk biaya pernikahanku nanti. apalagi kakakku, atau adikku. yah, aku hanya bisa berusaha dari diriku sendiri dan tentunya kekuasaan Allah. 

sebenarnya aku hanya menyadari dan mengingat betapa aku hanyalah manusia. kehidupan ini hanyalah sesaat. aku hanyalah manusia lemah yang begitu banyak keinginan. karenanya aku hanya bisa bergantung dan meminta kepada Allah yang maha kaya dan penyayang. aku memohon pengampunan dari dosa dan kelemahanku. dan tersadarkan bahwa segala ketakutan dan kesakitan yang kuterima adalah cara dari Allah agar aku sadar bahwa inilah kehidupan. aku memang telah lelah, dan ingin pulang, tapi kemana aku akan pulang? bagaimana caranya agar ketika aku pulang, aku bisa pulang dengan kebahagiaan? 

bahkan aku harus sering beristighfar akan kepedeanku. mana mungkin aku begitu yakin bahwa aku akan mudah masuk surga jika masih banyak penyakit - penyakit jiwa didalam diriku. dan kini aku berusaha memulainya dari hal - hal kecil yang selama ini ku abaikan. yaitu mencintaiku ibuku dan berusaha membuatnya bahagia selama didunia ini. hanyalah dia di dunia ini saat ini yang paling berhak aku bahagiakan selain dia. aku berusaha menuruti segala permintaannya, dan berusaha untuk membuatnya selalu tersenyum. aku pikir aku selama ini aku kuat, ternyata tidak. jika selama ini aku kuat, mungkin karena masih ada seorang ibu disampingku. tak peduli sekeras apapun yang menimpaku, ini adalah kesakitan yang sementara. bahkan aku tak tau semenit kemudian aku masih hidup atau tidak. aku ingin menjadi seorang anak yang membahagiakan ibunya, seorang saudara yang bisa menuntun saudaranya kejalan yang baik, menjadi seorang istri yang taat pada suami dan menjadi seorang ibu yang mendidik anaknya menjadi muslim yang taat dan hal yang paling yaitu menjadi pengemban dakwah di tengah masyarakat. hanya itu, kemudian aku ingin pulang. jika kelelahan dalam bekerja tentunya rumah adalah tempat untuk kembali pulang dan istirahat, sama sepertu halnya hidup, hidup ini sangat melelahkan. lelah menahan nafsu dan amarah. dan ketika telah lelah dengan hal - hal didunia ini ingin rasanya pulang. tapi bagaimana jika aku pulang nanti bukannya bahagia tapi malah lebih menderita selamanya? 

ya, tak pernah ada satupun manusia biasa yang bisa memastikan dirinya akan masuk surga atau neraka. namun yang pasti adalah kematian. dan jika manusia telah mati tak ada lagi yang bisa dilakukan diduniai ini. selesailah semua perkaranya didunia. cukup lakukan yang baik dan benar. kesedihan atau kebahagiaan adalah kesementaraan. dan semua manusia akan kembali. cukup berusaha supaya pulang dalam bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar